Review singkat: SMADAV Antivirus.

Sekarang ini, flashdisk sudah menjadi media paling populer untuk saling bertukar file, alasannya simple, krn flashdisk berukuran kecil namun berkapasitas relatif besar dengan harga yang semakin hari semakin terjangkau. Namun, ternyata popularitas flashdisk ini juga di ‘dompleng’ oleh para pembuat virus dan malware. Penyebaran virus melalui flashdisk di Indonesia ini semakin hari semakin menjadi. Yang paling sering penulis temukan adalah virus yang merubah file file menjadi shortcut dan kemudian menyembunyikan file dan folder asli dalam flashdisk menjadi tersembunyi atau ‘hidden’.

Banyak antivirus gratis yang telah tersedia di Internet, seperti Avast! Free, Bitdefender Free, AVG Free, Avira Free, dan lain lain. Semuanya memiliki kinerja yang bisa dibilang cukup baik, bahkan Antivirus bawaan dari sistem operasi Windows pun bekerja cukup baik (Security Essentials untuk Windows XP & 7, Windows Defender untuk Windows 8 dan 10), namun dalam beberapa kasus, antivirus ‘luar negeri’ ini kurang efektif dalam mengatasi virus virus lokal. Nah, dengan kenyataan seperti itu, SMADAV dapat membantu. Pembuat SMADAV, Zainuddin Nafarin, memposisikan produknya ini sebagai perlindungan tambahan pada PC dan bukan sebagai perlindungan utama. Apa artinya? ini berarti bahwa sebaiknya PC Windows pembaca tetap diinstalasikan Antivirus non-lokal gratis yang banyak tersedia, seperti yang telah penulis sebutkan diatas, namun kemudian ditambahkan juga dengan intalasi SMADAV. SMADAV merupakan antivirus lokal yang tersedia dalam dua versi, versi gratis dan versi berbayar. Perbedaannya ada di:

  1. Versi pro menyediakan fasilitas auto-update, sedangkan pada versi free, update dilakukan manual dengan cara mendownload file aplikasi terbaru dan menginstalasikan ulang pada PC.
  2. Pada versi pro tersedia fasilitas exception list, dimana kita dapat menentukan folder ataupun file yang tidak akan dimasukkan dalam proses scanning.
  3. Versi pro memungkinkan pengguna untuk merubah ukuran windows, merubah warna dasar atau ‘theme’, serta merubah bahasa yang digunakan. Dan untuk penggunaan dalam lingkungan bisnis, versi Pro lah yang direkomendasikan.

Harga yang ditawarkan oleh SMADAV pun tidak mahal. Sebagai contoh, untuk 1 lisensi PC, berharga 30ribu rupiah saja, untuk 3 PC 50ribu rupiah, dan untuk 6 PC seharga 100ribu rupiah. Untuk jumlah lisensi yang lebih besar, dapat mengirimkan email ke smadav@gmail.com

Lalu, bagaimana proses instalasinya? cukup mudah, cukup download file instalasi terbaru nya pada situs http://www.smadav.net/ , jika pembaca hendak mencoba versi free nya, langsung saja file yang di download tadi dijalankan dan ikuti instruksi instalasinya. Versi terakhir yang penulis dapatkan adalah versi 10.3 dimana dinyatakan dapat mendeteksi 14.956 varian virus, memang tidak sebanyak antivirus non-lokal, namun mengingat ‘positioning’ produk ini sebagai antivirus tambahan untuk menangkal virus virus lokal, maka jumlah varian virus yang dapat dideteksi terbilang cukup banyak.

Penulis telah mencoba antivirus lokal ini pada tiga buah Notebook, dimana pada Notebook pertama telah terinstall Avast! Internet Security, pada Notebook kedua terinstall Microsoft Security Essentials, sedangkan pada Notebook ketiga terinstall Bitdefender Free. Pada semua Notebook tersebut tidak terjadi masalah kompatibilitas ketika SMADAV juga dipasangkan, sesuai dengan janji pembuatnya. Dan ternyata, selama kurang lebih tiga minggu penggunaan, SMADAV terbukti dapat menangkal virus virus yang banyak tersebar melalui flashdisk. Notebook penulis masih terbebas dari virus walaupun sering digunakan untuk ‘men-scan’ flashdisk yang menjadi sumber virus di kantor penulis.

Singkat kata, bagi penulis, SMADAV ini cukup berguna sebagai perlindungan tambahan pada PC ataupun Notebook. Harganya masih sangat sangat masuk akal, dan ingat, harga yang kita bayarkan tersebut berlaku selamanya selama produk ini masih ada, tidak seperti antivirus lainnya yang berlaku per tahun, per 2 tahun, atau per 3 tahun.

Kesimpulan penulis:

+ Program cukup ringan dalam penggunaan memori
+ Tidak terlalu membebani CPU
+ Harga sangat masuk akal dan terjangkau
+ Bayar sekali, pakai selamanya (selama produk ini masih tersedia)
+ Produk dalam negeri, yuk kita dukung!
+ Sampai dengan tulisan ini dibuat, masih efektif menangkal virus virus flashdisk

– Tampilan antarmuka sedikit terlihat jadul, kurang moderen.
– Tampilan antarmuka kurang responsif
– Interval antar update cukup lama, berkisar antara 1-2 bulan.
– Pada flashdisk berkapasitas besar dengan jumlah file banyak, terkadang proses auto-scan terasa agak lambat.

SMADAV #2

SMADAV #1

SMADAV #2

SMADAV #2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s