Review: Speaker bluetooth JBL Charge 2

JBL. Sebuah nama yang sudah menjadi legenda dalam dunia audio. Bukan nama yang diasosiasikan dengan perangkat audio ultra-high-end memang, karena JBL lebih memilih untuk menjadi sebuah brand yang diasosiasikan dengan perangkat audio berkualitas tinggi, berperforma tinggi, namun dengan harga yang relatif masih dapat dijangkau.

Sejalan dengan tren pasar yang saat ini serba wireless, JBL pun memiliki jajaran produk speaker wireless untuk berbagai macam kebutuhan, salah satunya adalah JBL Charge 2. JBL Charge 2 merupakan sebuah speaker bluetooth portable yang dilengkapi dengan baterai rechargeable berukuran 6000 mAh yang dapat membuat Charge 2 ini menyala tanpa adapter listrik sampai dengan 12 jam.

JBL Charge 2 adalah produk speaker bluetooth portabel kedua yang di review oleh penulis, sebelumnya penulis sudah me-review Polytron Muze. Apa kelebihan JBL Charge 2 ini? Bagaimana performanya? Yuk kita simak review berikut.

Spesifikasi

JBL Charge 2 memiliki spesifikasi sebagai berikut:

  • Versi Bluetooth®: 3.0
  • Dukungan protokol: A2DP V1.3, AVRCP V1.5, HFP V1.6, HSP V1.2
  • Ukuran driver speaker: 2 x 45mm
  • Power output speaker: 2 x 7.5W
  • Rentang frekuensi: 75Hz – 20kHz
  • Rasio S/N: >80dB
  • Port: miniUSB untuk charge unit, USB untuk men-charge perangkat lain, dan input audio AUX.
  • Aksesoris: Charger
  • Tipe Baterai: Lithium-ion Polymer
  • Waktu charge penuh: 4 jam @ 1.8A
  • Daya tahan pemutaran musik: sampai dengan 12 jam (bergantung kepada volume)
  • Dimensi (T x P x L): 79mm x 184mm x 75mm
  • Berat: 540g

 

Dimensi dan tampilan fisik

Sepintas, bentuk dari JBL Charge 2 ini seperti kaleng minuman soda yang diletakkan dalam posisi horisontal. Tidak seringkas Polytron Muze memang, tapi JBL Charge 2 ini tetap mudah dibawa kemana-mana. Dengan ukuran tinggi 7,9 cm, panjang 18,4 cm, dan lebar 7,5 cm serta bobot sedikit lebih dari 0,5 kg, Charge 2 tidak akan terlalu memberatkan tas anda.

Bentuknya cantik, pastinya akan membuat teman teman pembaca melirik pada speaker ini. Pilihan warnanya pun beragam, mulai dari hitam, biru tua, ungu, putih, serta merah seperti yang dimiliki oleh penulis.

Bagian depannya dipenuhi oleh gril besi dengan logo JBL di tengahnya, sementara bagian lainnya terbuat dari bahan plastik keras yang bertekstur lembut sehingga sekilas seperti terbuat dari karet. Mungkin inilah bahan yang disebut dengan Polycarbonate. Kualitas buatannya sangat baik, terkesan kokoh, kuat dan presisi. Oh ya, dibalik gril depannya terdapat dua buah speaker berukuran 4,5cm dengan power output masing masing sebesar 7,5W.

JBL Charge 2 - Tampak Depan

JBL Charge 2 – Tampak Depan

Pada bagian atasnya terdapat beberapa tombol untuk Power On/Off, Bluetooth, Volume, tombol untuk berpindah antara 3 perangkat yang terkoneksi, serta tombol untuk mengangkat telepon sebagai handsfree.

JBL Charge 2 - Tampak Atas

JBL Charge 2 – Tampak Atas

Bagian belakang juga didominasi oleh gril besi, serta beberapa port di bawahnya. Port yang ada disana berfungsi untuk mencharge unit speaker, port Aux-in untuk audio, serta port USB out untuk mencharge gadget pembaca. Ini yang menarik, karena memang speaker ini memiliki baterai yang cukup besar yang dapat digunakan untuk mencharge gadget kesayangan pembaca. Sangat berguna ketika kita lupa membawa powerbank. Sayangnya, tidak seperti pada Polytron Muze, Charge 2 tidak memiliki slot microSD, sehingga sedikit mengurangi fleksibilitas dalam memilih sumber input audio.

JBL Charge 2 - Tampak Belakang

JBL Charge 2 – Tampak Belakang

Bagian samping kiri dan kanan produk ini terdapat dua buah radiator pasif yang sengaja tidak ditutup oleh JBL sehingga pergerakan panel radiator ini dapat terlihat dengan jelas. Sekilas  bentuknya memang menyerupai sepasang speaker, namun dibaliknya sama sekali tidak ada speaker, suara yang keluar dari radiator pasif ini murni merupakan suara yang keluar dari dua speaker utama di bagian depan unit. Radiator pasif ini berfungsi untuk memperkuat output bass pada rentang frekuensi tertentu.

JBL Charge 2 - Tampak Samping

JBL Charge 2 – Tampak Samping

Aksesoris yang disertakan pada JBL Charge 2 ini cukup minim, hanya sebuah charger USB yang disediakan.

 

Penggunaan

Input audio pada produk ini dapat dilakukan melalui koneksi bluetooh serta Aux-in. Koneksi bluetoothnya sangat handal dan bekerja sangat baik. Penulis sudah mencoba mengkoneksikan perangkat ini dengan Apple iPad Mini 3, Lenovo Thinkpad, serta Samsung Galaxy Tab 2 7.0 melalui bluetooth, semuanya dapat dengan cepat dideteksi dan di-pasangkan (pair) dengan lancar. Alunan suara musik melalui bluetooth juga berlangsung tanpa gangguan, tidak ada suara yang terputus sama sekali.

Tiga perangkat gadget dapat dihubungkan secara bersamaan dengan Charge 2 ini, pergantian koneksi bluetooth dengan perangkat gadget yang aktif dapat dilakukan dengan menekan tombol “Social Mode” pada bagian atas unit.

Koneksi melalui Aux-in juga tidak mengalami masalah sama sekali, hanya saja memang kabel Aux-in harus disediakan sendiri oleh pengguna karena tidak disertakan dalam paket penjualannya.

Selain mencobanya untuk musik, penulis juga mencoba Charge 2 yang difungsikan sebagai handsfree untuk berbincang melalui smartphone. Suara penelpon terdengar sangat jelas dan kencang, dan microphone yang disematkan pada Charge 2 juga dapat menangkap suara penulis dengan baik sehingga dapat didengar jelas oleh lawan bicara penulis.

Daya tahan baterainya diklaim dapat mencapai 12 jam, namun penulis belum dapat mengkonfirmasi hal tersebut. Waktu terlama yang pernah dicoba oleh penulis hanyalah sekitar 5 jam, dan pada saat itu indikator baterai tidak menunjukkan tanda akan habisnya baterai. Penulis akan meng-update review ini setelah mendapatkan kesempatan untuk menguji daya tahan baterai unit ini sesuai klaim pabrikan.

 

Kualitas Suara

Spesifikasinya tidak bohong. Itu kesan yang didapat oleh penulis. JBL mencantumkan rentang frekuensi 75Hz – 20kHz pada keterangan spesifikasi dan memang rentang itu dapat terdengar dengan jelas. Sebetulnya, penulis merasa bahwa suara pada frekuensi sekitar 65 – 70 Hz pun masih dapat didengar, namun entah kenapa JBL memilih untuk tidak mencantumkan frekuensi serendah itu. Main aman, mungkin?

Secara keseluruhan, suara yang dihasilkan oleh JBL Charge 2 ini sangat baik mengingat ukurannya yang cukup mini. Definisi bass pada volume rendah pun sudah cukup terdengar, suara vokal terdengar jelas dan renyah, suara trebel juga sangat baik, jelas namun tidak tajam menerjang telinga. Pada volume menengah dan atas, suara yang keluar dari Charge 2 ini cukup mampu mengisi ruangan berukuran sedang dengan suara penuh. Pada volume sangat tinggi, terkadang terjadi distorsi, namun ini adalah hal yang wajar mengingat ukuran kedua speakernya yang hanya 4,5 cm.

Sebagai perbandingan, suara trebel pada Polytron Muze terdengar agak lebih tajam, sehingga berpotensi melelahkan telinga jika mendengarkan musik untuk jangka waktu yang lama. Sebaliknya, suara bass pada Polytron Muze terdengar lemah jika dibandingkan dengan JBL Charge 2 ini. Namun ingat, bahwa harga JBL Charge 2 ini kurang lebih 4 kali lipat harga Polytron Muze, sehingga perbandingan kualitas suara yang dilakukan penulis diatas, menjadi tidak adil. Kita lihat saja skor akhirnya nanti.

 

Kesimpulan

Menilik hanya dari sisi performa, penulis puas dengan kinerja produk ini. Sangat puas. Namun, dengan harga sekitar 2,4 – 2,7 juta rupiah di pasaran Indonesia, kepuasan penulis menjadi surut. Terlebih jika kita lihat bahwa harga pricelist produk ini di negara asalnya adalah sekitar US$ 100 atau sekitar 1,4 juta rupiah, menjadikan produk ini terlalu mahal untuk dibeli di Indonesia.

UPDATE: Beberapa toko online di Indonesia, menawarkan harga JBL Charge 2 ini dengan harga sekitar 1,6 – 1,7 juta rupiah. Ini harga yang sangat baik untuk mendapatkan kualitas suara yang ditawarkan oleh JBL Charge 2 ini. Untuk merefleksikan perbedaan harga ini, maka penulis akan memberikan dua skor akhir pada review kali ini.

Poin Positif:

+ Kualitas suara (bass, mid, dan trebel) baik.
+ Ukuran unit pas, cukup portabel tanpa mengorbankan kualitas suara keseluruhan.
+ Kualitas fisik unit baik, dibuat dengan rapi, presisi dan kokoh.
+ Daya tahan batere (menurut spesifikasi) sangat baik.
+ Dapat digunakan untuk mencharge gadget, berfungsi sebagai powerbank.
+ Koneksi bluetooth dengan beberapa jenis gadget berjalan lancar, tanpa masalah.
+ Bentuk yang menyerupai kaleng minuman soda (namun lebih panjang), dapat disimpan pada cupholder beberapa merek mobil.

Poin Negatif:

– Harga.
– Tidak tersedia slot microSD sebagai alternatif input audio.
– Baterai tidak dapat dilepas, penggantian baterai (mungkin) harus dilakukan oleh Service Center.
– Harga. Oops, sudah disebutkan yah? 🙂

SKOR:

Performa: 8
Kualitas: 8,5
Kelengkapan: 7
Harga: 5

TOTAL SKOR (Jika harga 2,4 – 2,7 juta rupiah): 73,5 

Performa: 8
Kualitas: 8,5
Kelengkapan: 7
Harga: 7

TOTAL SKOR (Jika harga 1,6 – 1,7 juta rupiah): 77,5

Iklan

10 thoughts on “Review: Speaker bluetooth JBL Charge 2

  1. sugeng berkata:

    itu kan pake batre built in/Baterai tidak dapat dilepas. kalo seumpama batre udah soak atau batre sudah tidak bisa fungsi, apakah speaker masih bisa digunakn dg langsung dicolokkan di stop kontak listrik ?..

    Suka

    • Danny D berkata:

      Saya belum mengalaminya langsung karena baterai JBL saya masih bagus, tapi kalau dilihat dari perangkat gadget lain spt iPod saya yang sudah rusak baterainya, gadget nya masih befungsi normal jika dihubungkan dengan listrik, jadi kemungkinan besar Speaker JBL ini pun demikian, tetap berfungsi walaupun baterai sudah rusak…

      Suka

    • Danny D berkata:

      Pada unit saya, bagian belakangnya memang tidak bersuara… suara hanya keluar dari bagian depan dengan suara bass yg diperkuat oleh resonator bass pada bagian kiri dan kanan unit…

      Suka

    • Danny D berkata:

      Selama ini saya terkadang menggunakan JBL Charge 2 sambil melakukan proses charging. Tidak ada kendala yang saya temui. Namun memang seperti halnya perangkat rechargeable lainnya, ada baiknya jika melepaskan kabel charge ketika perangkat sedang digunakan untuk menghindari panas berlebih.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s