Acer memperkenalkan Switch Alpha 12, laptop 2-in-1 pertama dengan liquid cooling

Performa tinggi atau ukuran yang ringkas? begitulah pilihan yang sering dihadapi oleh para konsumen laptop saat ini. Konsumen yang menghendaki laptop berukuran ringkas biasanya dihadapi dengan kenyataan bahwa sebagian besar laptop yang ringkas dan ringan memiliki processor yang berkinerja lebih rendah yang lebih mementingkan efisiensi daya dan suhu kerja yang rendah. Sebaliknya, konsumen yang memilih laptop yang berkinerja tinggi, opsi yang ditawarkan produsen laptop biasanya merupakan laptop yang lebih besar, lebih tebal, dan lebih berat.

Kenapa pilihannya harus seperti ini? panas. Ya, untuk bekerja dengan benar, sebuah processor berkinerja tinggi memerlukan sistem pendinginan yang baik, processor high-end, seperti Core i5 atau i7 memiliki tingkat disipasi panas yang lebih tinggi daripada processor irit daya seperti Core M. Memang, dengan processor generasi keenam-nya ini, Intel telah berhasil meningkatkan efisiensi dan menurunkan panas processor processor high-end terbarunya, tapi tetap saja, kinerja tinggi berbanding lurus dengan panas yang dihasilkan. Dengan teknologi pendinginan yang tersedia saat ini, maka untuk menanamkan sebuah processor Core i7 misalnya, diperlukan kipas pendinginan dan heatpipe  yang cukup masif dan panjang, dan ini berarti ukuran laptop tidak dapat dibuat terlalu ringkas ataupun ringan, dan hal inilah yang dihadapi para konsumen laptop, dimana mereka masih harus memilih antara kinerja dan portabilitas.

Switch Alpha 12

Namun Acer sepertinya sudah mendapatkan jawabannya. Acer baru saja merilis laptop 2-in-1 Switch Alpha 12 yang, seperti pada Microsoft Surface, merupakan sebuah tablet yang memiliki attachment keyboard. Lalu apa kelebihannya? Switch Alpha 12 merupakan laptop 2-in-1 pertama yang mengimplementasikan sistem pendinginan berbasis closed-liquid-loop, tanpa kipas pendingin. Konsep kerjanya hampir sama dengan sistem pendinginan pada heatsink biasa, dimana panas yang dihasilkan oleh processor dimanfaatkan untuk menggerakan cairan yang terdapat pada sistem pendingin yang digunakan.

Dengan sistem pendinginan baru tersebut, Acer mampu membenamkan processor Core i generasi keenam (i3/i5/i7) pada Switch Alpha 12. Spesifikasi lainnya pun sangat mengagumkan, mengingat ukuran dan keringkasannya. Layar 12 inci nya memiliki resolusi 2160×1440, memori RAM nya dapat mencapai 8 GB, dengan penyimpanan sampai dengan 512 GB. USB Type-C menjadi konektor standar pada Switch Alpha 12 dan Acer juga menyediakan stylus yang bekerja dengan 256 tingkat sensitifitas tekanan. Acer juga menyatakan bahwa baterainya mampu bertahan sampai dengan 8 jam. Bobotnya? lengkap dengan keyboardnya, Switch Alpha 12 berbobot sekitar 1,25 KG, termasuk sangat ringan bukan? tanpa keyboard, bobotnya hanya sekitar 900 gram saja!

Informasi detail mengenai produk ini belum banyak dapat diperoleh, tapi Acer mengatakan bahwa laptop ini akan tersedia mulai bulan Juni yang akan datang dengan harga dasar mulai dari US$ 599. Sungguh suatu produk yang patut dinanti untuk di-review. VIdeo introduksi Acer Switch Alpha 12 dapat dilihat dibawah ini:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s