Peneliti menemukan cara membuat baterai dapat di charge ratusan ribu kali

Baterai Lithium-ion yang banyak digunakan saat ini memiliki kelemahan mendasar yang membuatnya harus rutin diganti dalam kurun waktu sekitar 3-5 tahun bergantung sering tidak nya proses discharge dan charge dilakukan serta suhu operasi baterai tersebut.

Ilustrasi baterai Lithium-Ion

Ilustrasi baterai Lithium-Ion

Seorang peneliti di University of California, Irvine (UCI), Mya Le Thai, secara tidak sengaja menemukan cara untuk mengatasi masalah baterai masa kini dengan menggunakan elektroda nanowire yang dilapisi dengan pelindung mangan dioksida dan memberinya selubung gel seperti plexiglas. Nanowire pada dasarnya merupakan material sangat tipis yang sangat konduktif, namun tanpa pelindung tambahan, nanowire tidak dapat bertahan lama  dalam proses discharge dan charge pada sebuah baterai, namun dengan penemuan tak disengaja dari Mya Le Thai, nanowire dapat bertahan jauh lebih lama.

Dengan menggunakan lapisan mangan dioksida dan gel, baterai yang diuji dapat di-discharge dan charge sebanyak 200 ribu kali dalam waktu 3 bulan tanpa mengalami pengurangan kapasitas penyimpanan daya. Pada baterai masa kini, proses charge dan discharge biasanya hanya dapat dilakukan sebanyak 5000 sampai 7000 siklus sebelum baterai menjadi rusak dan tidak mampu menyimpan daya. Bayangkan, dengan penemuan ini, maka sebuah baterai notebook ataupun gadget nantinya berpotensi bertahan lebih lama daripada umur perangkat elektroniknya sendiri.

(sumber: theinquirer.net)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s