Tawaran upgrade ke Windows 10 sekarang ini semakin terkesan dipaksakan

Tidak dipungkiri bahwa Microsoft saat ini sedang dalam tekanan besar untuk memastikan bahwa sistem operasi Windows 10 nya sukses terpasang di banyak PC dan Notebook. Tidak lama sejak peluncuran Windows 10, berbagai macam cara dilakukan Microsoft untuk menggoda pengguna sistem operasi Windows sebelumnya untuk melakukan upgrade yang masih bersifat gratis sampai dengan bulan 29 Juli 2016 nanti, salah satu caranya adalah memunculkan notifikasi yang selalu hadir ketika Windows dijalankan dan cara lainnya yang sempat diprotes banyak pengguna adalah dengan menyisipkan opsi upgrade Windows 10 ini kedalam Windows Update sebagai Optional Update. Namun ternyata, itu saja belum cukup.

Sejak 12 Mei lalu, Microsoft merubah opsi upgrade ke Windows 10 sebagai bagian dari Recommended Update bagi para pengguna Windows 7 dan 8 serta menjadwalkan upgrade ke Windows 10 secara otomatis. Tampilan yang muncul di layar pembaca akan seperti dibawah ini:

Penjadwalan upgrade ke Windows 10 - Screenshot by Lance Whitney/CNET

Penjadwalan upgrade ke Windows 10 – Screenshot by Lance Whitney/CNET

Masalahnya, jika pembaca mengabaikan layar tersebut dengan mengklik tombol Close, maka proses upgrade ke Windows 10 akan benar benar dijalankan pada jadwal yang tertera pada layar tersebut. Jika pembaca tidak berencana untuk mengupgrade sistem operasi yang digunakan, pastikan untuk meng-klik opsi Reschedule or cancel upgrade, dan memilih opsi Cancel upgrade pada layar selanjutnya.

Bagi penulis sendiri, Windows 10 sebetulnya merupakan sistem operasi yang bagus, begitu kesan penulis setelah menggunakannya dalam keseharian selama beberapa bulan belakangan ini. Namun proses upgrade ke Windows 10 tidak selalu berjalan lancar, dan jika itu terjadi pada PC ataupun Notebook yang digunakan untuk bekerja, maka downtime yang terjadi dapat mengganggu, ditambah lagi dengan ukuran upgrade yang begitu besar, sehingga dapat menghabiskan quota Internet. Jadi jika pembaca memang berniat untuk mengupgrade PC dan Notebook nya ke Windows 10, maka sebaiknya pembaca memiliki PC/Notebook cadangan yang dapat digunakan untuk bekerja sementara PC/Notebook utama sedang dalam proses upgrade. Jangan heran jika dalam 1-2 hari setelah proses upgrade selesai dilakukan, masih akan muncul masalah masalah kecil pada Windows 10 yang perlahan akan hilang dengan proses update yang berlanjut.

Oh ya, setelah tanggal 29 Juli 2016 nanti, maka upgrade ke Windows 10 Home Edition akan dikenakan biaya sekitar US$ 119, sedangkan untuk versi Pro sekitar US$ 199.

(sumber: cnet.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s