Review: Transcend DrivePro 220, Car Video Recorder

Apakah pembaca setuju dengan penulis yang berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas di kota-kota besar di Indonesia semakin carut marut? selain pertumbuhan ruas jalan yang sama sekali tidak sebanding dengan semakin banyaknya kendaraan roda empat dan roda dua, ketidakdisiplinan pengendara pun menjadi faktor utama yang menyebabkan kekacauan lalu-lintas. Lihat saja kondisi riil di lapangan yang dipenuhi dengan pengemudi yang zig-zag secara sembrono, parkir sembarangan, keluar dari jalan kecil tanpa terlebih dahulu melihat kondisi jalan utama, berkendara melawan arah, dan banyak lagi hal lainnya. Dan yang aneh, justru mereka yang berkendara dengan melanggar aturan itulah yang lebih menunjukkan tingkat emosi yang lebih tinggi serta menantang pengendara lain yang mengikuti aturan lalu-lintas.

Menghadapi kondisi seperti itu, tentunya akan sangat sulit bagi pengendara yang ‘benar’ untuk beradu argumentasi dengan pengendara ‘nyleneh’. Tidak semua hal kecil dalam suatu insiden akan mampu kita ingat, dan itu berpotensi merugikan kita jika kita memutuskan untuk menyelesaikan insiden lalu-lintas secara hukum yang berlaku. Lalu apa yang harus kita lakukan? Untungnya kemajuan teknologi lagi-lagi dapat menolong kita mengatasi masalah.

Car Video Recorder adalah perangkat yang paling tepat agar kita memiliki bukti kuat ketika terjadi insiden kecelakaan. Anggap saja CVR ini berfungsi seperti halnya Black Box pada pesawat terbang, namun tentu dengan tingkat kecanggihan yang jauh lebih rendah. Car Video Recorder pada dasarnya merupakan alat perekam video yang ditempatkan pada kaca depan bagian dalam yang secara kontinyu merekam segala kejadian yang ada di depan kendaraan yang kita kemudikan. Proses perekaman gambar pada CVR berlangsung secara looping, data video yang paling tua akan ditimpa oleh data video terbaru, jumlah video yang dapat disimpan sebelum tertimpa bergantung kepada ukuran memori card yang biasanya disertai dalam paket penjualan perangkat CVR.

Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pabrikan Car Video Recorder membuat fungsi perangkat ini terus berkembang. CVR modern saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat perekam, namun juga memiliki fungsi GPS untuk mencatat lokasi dan waktu, serta juga memiliki fungsi keselamatan berkendara.

DrivePro220Dalam review kali ini, penulis akan membahas salah satu produk CVR dari Transcend, yang diberi nama DrivePro 220. Transcend adalah salah satu produsen memory RAM, MicroSD, Flashdisk, dan aksesoris lain yang sudah memiliki nama yang dikenal luas. Kualitas produk buatan Transcend terbilang baik, mampu bersanding dengan nama nama besar seperti Sandisk, Toshiba, Samsung, dan lainnya. Lalu apakah DrivePro 220 ini juga memiliki reputasi kualitas dan performa yang juga baik? Mari kita ikuti review nya di bawah ini.

Dimensi, tampilan fisik, dan spesifikasi

Bentuk fisik dan keterangan

A – Wide Angle Lens
B – GPS Receivers
C – 2.4” LCD Display
D – Function Buttons
E – LED Indicator
F – Reset Button
G – Emergency Button
H – Memory Card Slot
I – Bracket Socket
J – USB Connector
K – Built-in Microphone
L – Built-in Speaker

DrivePro 220 memiliki tampak depan hampir berbentuk bujur sangkar dengan modul kamera yang terlihat mendominasi. Kameranya mendukung pengambilan gambar dengan resolusi 1080P 30 FPS ataupun 720P 30 FPS dengan lensa F1/1,8, dengan sudut gambar 130 derajat. Di bagian depan ini terdapat pula microphone dan speaker serta modul GPS untuk mencatat lokasi serta waktu perekaman.

Pada bagian belakangnya, terdapat sebuah LCD berukuran 2,4 inci yang ditemani dengan empat buah tombol fungsi.

Bagian kirinya terdapat slot microSD yang mampu mendukung kartu microSD dengan ukuran sampai dengan 64 GB (dengan spesifikasi minimal Class 10), tombol emergency yang berfungsi untuk menyimpan rekaman secara manual pada saat diperlukan, serta sebuah celah kecil untuk me-reset unit kembali ke default.

Bagian kanan unit, terdapat port mini USB untuk melakukan charging baterai serta untuk terkoneksi dengan PC ataupun Notebook.

Dan yang terakhir, pada bagian atasnya terdapat mekanisme pengunci agar DrivePro 220 ini dapat dipasangkan dengan suction mount untuk di kaca depan mobil.

Spesifikasi lengkap sesuai buku manualnya adalah sebagai berikut:

Panel : 2.4″ color LCD
Speaker / Microphone : 1.0 Watt / 0.5 mA (built-in)
Connect Interface : USB2.0
G-sensor : 3-axis
Storage Capacity : MLC-based MicroSD, 8GB / 16GB / 32GB / 64GB (Class 10 or above)
Control buttons : 4 function buttons, 1 emergency recording button, 1 reset button
Dimensions : 70.2 mm (L) × 63.1mm (W)× 34.5mm (H)
Weight : 90g
Power Supply (Car) : Input DC12V~24V, Output DC5V / 1A
Operating Temp : -20°C (-4°F) ~ 65°C (149°F)
Video Formats : H.264 (MP4: up to 1920×1080 30fps)
Lens : F/1.8, 130 wide angle
Resolution/Frame Rate: Full HD (1920 x 1080) 30fps, HD (1280 x 720) 30fps
Image sensor : CMOS 3 Megapixel with high low-light sensitivity
Global Navigation : Satellite System GPS/Glonass
WiFi : WiFi 802.11b/g/n
Battery : Built-in Lithium Ion
Certification : CE, FCC, NCC, BSMI
Warranty : 2 Years
OS support : Windows XP, Vista, 7, 8 , 10, Mac OS X 10.8.2 or later, Linux Kernel 2.6.38 or later

Kelengkapan dan Fitur

DrivePro 220 hadir dikemas dalam box yang berkualitas tinggi, cukup sesuai dengan banderol harga yang dipasang, antara 2,7 – 2,8 juta rupiah. Di dalamnya kita disuguhi dengan unit utama DrivePro 220, Car charger, Suction Mount untuk pemasangan unit pada kaca depan mobil, microSD Transcend berukuran 16 GB, manual Quick Start, serta Kartu Garansi Resmi (pastikan pembaca mendapatkan kartu garansi resmi dari Omega Computer).

Box Transcend DrivePro 220

Box Transcend DrivePro 220

 

Tampak Depan DrivePro 220 dan kartu microSD 16 GB dari Transcend

Tampak Depan DrivePro 220 dan kartu microSD 16 GB dari Transcend

 

Tampak depan DrivePro 220

Tampak belakang DrivePro 220

 

Power adapter mobil dan suction mount untuk kaca depan

Power adapter mobil dan suction mount untuk kaca depan

 

Buku manual dan kartu garansi distributor resmi

Buku manual dan kartu garansi distributor resmi

DrivePro 220 selain sebagai sebuah alat perekam berkualitas tinggi, juga memiliki fitur tambahan lainnya sebagai pelangkap. Diantaranya:

  • GPS untuk mencatat lokasi serta waktu perekaman
  • WiFi untuk berkomunikasi dengan smartphone atau tablet, sehingga fitur dan setting DrivePro 220 dapat diatur dari sana
  • Lane Departure Warning System yang dapat memperingatkan pengendara jika kendaraan yang dikemudikan mulai keluar jalur marka jalan
  • Forward Collision Warning System, yang mampu memberi tanda kepada pengendara apabila posisi kendaraan berada terlalu dekat dengan kendaraan di depannya
  • Speed Alarm, yang berfungsi sebagai alarm batas kecepatan
  • Parking Mode, fitur yang dapat diaktifkan jika penggunanya menginginkan perekaman instan pada saat terdeteksi getaran pada mobil walaupun mobil dalam kondisi terparkir dan mati.
  • Serta G-sensor, yang merupakan sensor pendeteksi getaran.

Penggunaan

Proses instalasi DrivePro 220 sama sekali tidak sulit, cukup dengan memasangkan microSD card terlebih dahulu, lalu pasangkan mekanisme suction mount serta adapter mobil pada unit, lalu tempelkan unit pada kaca depan mobil pembaca. Nyalakan mobil agar DrivePro 220 mulai aktif merekam, lalu posisikan unit tersebut sedemikian rupa sehingga tampilan ke arah depan dapat terlihat dengan jelas dengan sudut selebar mungkin, posisi kamera biasanya harus berada agak atas mendekati kaca spion dalam mobil untuk pemandangan terbaik. Jika pembaca ingin membuat kabel power-nya lebih rapih, bisa dilakukan dengan menyembunyikan kabel tersebut melalui celah bagian atas atap mobil lalu diarahkan melalui panel pilar depan sampai ke konektor power di dashboard seperti pada gambar di bawah ini.

Rekomendasi jalur kabel DrivePro 220

Rekomendasi jalur kabel DrivePro 220

 

Recording in action

Recording in action

Pada kondisi default, unit DrivePro 220 langsung dapat dipergunakan untuk merekam. Rekaman akan berlangsung terus menerus yang akan disimpan dalam bentuk file dengan durasi rekam 3 menit. Selain rekaman standar ber durasi 3 menit, DrivePro memiliki fitur Emergency Recording yang dapat diaktifkan manual dengan menekan tombol merah pada bagian kiri unit ataupun jika sensor getar mendeteksi adanya getaran berlebih di dalam kendaraan. Emergency Recording akan menyimpan file dengan durasi 1 menit yang terdiri dari 30 detik sebelum aktivasi dan 30 detik setelah aktivasi. Sebanyak 15 buah file Emergency Recording dapat disimpan dalam unit. Yang membedakan file Emergency Recording dengan file hasil rekaman biasa adalah file file Emergency Recording akan tersimpan dan terlindungi dari penghapusan otomatis.

Tampilan menu settings

Tampilan menu settings

Jika pembaca ingin merubah parameter DrivePro 220 ini, semua setting dapat dilakukan melalui empat tombol fungsi yang berada di bagian belakang unit. Tombol pertama merupakan tombol On/Off unit, tombol kedua untuk membuka file hasil rekaman dalam microSD card, tombol ketiga untuk mengatur setting unit, sedangkan tombol keempat untuk mengambil foto.

Yang perlu segera dilakukan begitu unit sudah terpasang adalah menyesuaikan setting tanggal dan waktu yang dapat diakses melalui tombol ketiga, tombol untuk setting. Tekan tombol kebawah untuk memilih Date/Time Settings lalu tekan tombol OK, lalu pada posisi Tahun/Bulan/Hari serta Jam/Menit/Detik, gunakan tombol atas atau bawah untuk mengatur angka yang sesuai. Jika pengaturan sudah selesai, tekan tombol Back yang berbentuk arah panah berbalik paling kiri.

Opsi setting waktu

Opsi setting waktu

Selain itu, pembaca juga harus mengatur setting UTC Timezone pada setting yang tepat. Untuk wilayah Indonesia Bagian Barat, UTC Timezone diset ke +7. Setting UTC dapat diakses melalui tombol Setting pada unit.

Setting default unit dapat dirubah agar sesuai dengan kemauan pembaca melalui tombol Settings. Ada beberapa hal yang dapat dirubah disini, diantaranya: WiFi Options, Resolutions, Exposure Value, Video Length, Video Stamp, Voice Recording, Volume, G-Sensor, Lane Departure Warning System, Forward Collision Warning System, Speed Alarm, Speed Unit, Parking Mode, Auto Turn Off Display, Delay Power Off, GPS Status, Navigation Sytem, Time Zone, Date/Time Settings, Date/Time Format, Language, Light Frequency, Information, Format, Firmware Upgrade, serta Restore Defaults.

Namun dari banyak setting diatas, ada beberapa setting yang mungkin perlu disesuaikan dengan keinginan pembaca, yaitu:

  • WiFi Options, untuk menyalakan dan mematikan WiFi agar dapat terhubung dengan aplikasi DrivePro App yang diinstalasikan pada smartphone Android atapun iOS.
  • Resolutions, untuk mengatur resolusi hasil rekaman dari default 1080P 30FPS menjadi 720P 30FPS. Dengan microSD card 16 GB bawaan Transcend, rekaman 1080P dapat dilakukan dengan durasi total sekitar 2 jam, sedangkan rekaman 720P dapat dilakukan dengan durasi total sekitar 4 jam.
  • Video Length, digunakan untuk mengatur durasi rekaman per file, dari default 3 menit dapat dirubah ke 1 menit ataupun 5 menit.
  • Voice Recording, untuk menyalakan dan mematikan rekaman suara di interior mobil.
  • Volume, untuk mengatur volume suara notifikasi dari unit.
  • G-sensor, untuk mengatur tingkat sensitifitas getaran yang akan mengaktifkan Emergency Recording.
  • Lane Departure Warning System, untuk mengatur kecepatan dimana fitur LDWS akan mulai bekerja. LDWS merupakan sebuah fitur untuk mendeteksi jika posisi kendaraan melenceng dari jalur. DrivePro 220 melakukan ini dengan “membaca” marka jalan dan jika mobil mulai keluar jalur, maka unit akan mengeluarkan suara peringatan yang disertai dengan peringatan visual pada layar DrivePro 220.
  • Forward Collision Warning System, untuk mengatur kecepatan dimana fitur FCWS akan mulai bekerja. FWCS bekerja sebagai peringatan bagi pengendara apabila posisi kendaraannya terlalu dekat dengan kendaraan di depannya. Jika berada terlalu dekat, DrivePro 220 akan memberikan peringatan suara dan visual.
  • Speed Alarm, untuk mengatur alarm yang akan berbunyi jika kecepatan maksimum tertentu telah terlampaui.
  • Parking Mode, untuk mengatur agar unit tetap aktif ketika mobil dalam keadaan terparkir dan mesin dimatikan. Layar unit akan dimatikan, namun sensor getar akan tetap aktif untuk sewaktu waktu merekam apabila terjadi getaran pada mobil. Hati-hati, fitur ini akan dapat menghabiskan baterai unit.

DrivePro 220 juga memiliki kemampuan untuk terhubung dengan smartphone Android dan iOS melalui aplikasi DrivePro yang dapat di download di Google Play dan App Store. Untuk dapat menjalankan aplikasi ini, pastikan bahwa opsi WiFi pada setting DrivePro 220 sudah diaktifkan terlebih dahulu. Melalui aplikasi DrivePro, tampilan layar realtime akan ditampilkan juga pada layar smartphone lengkap dengan opsi Settings dan Browse jika pembaca ingin melihat video video yang telah tersimpan dalam microSD card.

Dan jika pembaca menghubungkan DrivePro 220 ini dengan sebuah PC melalui kabel USB, maka DrivePro akan dikenal seperti layaknya sebuah flashdisk biasa, sehingga file file video dan photo yang terdapat di dalam unit DrivePro dapat dicopykan langsung ke hard disk lokal PC yang bersangkutan.

Kinerja

Setelah menggunakannya selama beberapa hari, penulis sangat kagum dengan kinerja DrivePro 220 ini, fitur-fitur yang ditawarkannya bekerja dengan sangat baik, terutama fitur Lane Departure Warning System serta Forward Collision Warning System. Untuk kondisi lalu-lintas di Indonesia, mungkin Forward Collision Warning System terkesan terlalu preventif karena memang agak sulit bagi pengemudi mobil untuk menjaga jarak sedemikian jauh tanpa kemudian disalip oleh pengendara lain, namun tetap saja fitur ini sangat bermanfaat untuk mengetahui jarak aman yang seharusnya.

Video hasil rekaman DrivePro 220 ini juga terlihat sangat jelas, kameranya mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi cahaya, mulai dari pada kondisi terang sampai dengan kondisi gelap malam hari. Hasil rekamannya sungguh dapat diandalkan, bahkan pada setting resolusi 720P yang digunakan penulis.

Satu-satunya fitur yang penulis rasakan kurang bermanfaat adalah G-sensor yang akan secara otomatis melakukan Emergency Recording pada saat mendeteksi getaran berlebih. Hal ini bukan karena kesalahan desain DrivePro 220 namun lebih karena kondisi jalanan di Indonesia yang kebanyakan tidak mulus. Pada setting dengan tingkat sensitifitas paling rendah sekalipun, G-sensor akan mendeteksi terlalu banyak guncangan jalanan sehingga Emergency Recording akan sering aktif dan memenuhi quota 15 file yang tersedia. Solusi penulis dalam hal ini adalah dengan mematikan fitur G-sensor.

Kesimpulan

DrivePro 220 sungguh merupakan Car Video Recorder yang menjalankan fungsinya dengan baik. Tambahan fitur yang berhubungan dengan keselamatan berkendara (FCWS dan LDWS) menambah nilai positif penulis terhadap produk ini. Harganya memang tidak terlalu murah, namun sangat sepadan dengan kualitas pembuatan serta kinerja yang ditawarkan.

Poin Positif:
+ Kualitas dan kekokohan fisik produk baik
+ Ukuran ringkas, tidak menghalangi pandangan ke arah depan
+ Kualitas video dan foto yang dihasilkan baik
+ Fitur Speed Alarm, FCWS dan LDWS berjalan sangat baik
+ Layar kecil 2,4 inci nya menampilkan gambar dengan cukup jelas

Poin Negatif:
– Fitur G-sensor terlalu sensitif bahkan pada setting sensitifitas terendah
– Harga cukup mahal, walaupun sesuai dengan kualitas yang didapat
– Durasi daya tahan baterai internal hanya sekitar 30 menit

SKOR:
Performa: 9
Kualitas: 8
Kelengkapan: 8
Harga: 7

TOTAL SKOR: 81 

Bagi pembaca yang terlebih dahulu ingin melihat video fitur fitur yang ditawarkan oleh Transcend DrivePro 220 ini, silakan simak video nya dari situs Transcend dibawah ini:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s