Samsung mengadaptasi teknologi processor IBM untuk sensor kamera generasi yang akan datang

Konsep processor IBM yang mengikuti pola kerja otak manusia - research.ibm.com

Konsep processor IBM yang mengikuti pola kerja otak manusia – research.ibm.com

Processor komputer dan server saat ini sudah terbilang canggih, namun masih jauh dari kecanggihan yang dimiliki sebuah otak manusia, bahkan bisa dibilang, secara arsitektur pun, processor yang beredar sekarang memiliki konsep yang agak berbeda dengan cara bekerja otak.

IBM, melalui para penelitinya, sudah membuat sebuah processor generasi baru yang memiliki cara kerja yang menyerupai otak manusia. IBM menamakannya TrueNorth. TrueNorth terdiri dari 4096 chip pemroses kecil yang membentuk 1 juta neuron digital dengan 256 juta koneksi. Formasinya hampir mirip dengan formasi pada otak dimana sel-sel otak (neuron) terhubung dengan sinapsis untuk saling mengirimkan data.

Konsep desain yang disebut dengan neuromorphic computing ini bekerja dengan cara yang berbeda dari processor pada umumnya yang bekerja dengan kode instruksi yang diproses secara berurutan. Neuromorphic computing memiliki keunggulan dimana dia dapat memproses lebih banyak data sekaligus namun dengan pengguna daya yang justru lebih irit.

Melihat potensi pengembangan processor seperti ini, Samsung tidak tinggal diam. Samsung memutuskan untuk mengadopsi teknologi IBM ini ke dalam sensor kamera masa datangnya. Sensor kamera masa depan Samsung yang dinamakan dengan nama Dynamic Vision Sensor ini memiliki pixel yang bekerja secara independen, dimana setiap pixel hanya akan aktif jika ada perubahan pada gambar yang sedang diambil, demikian kata Eric Ryu, wakil presiden Samsung Advanced Institute of Technology.

Dengan teknologi baru seperti ini, kamera Samsung nantinya akan dapat bekerja pada kecepatan 2000 fps, sangat cepat bila dibandingkan dengan kamera sekarang yang pada umumnya memiliki kecepatan maksimal 120 fps. Kecepatan setinggi ini sangat berguna untuk digunakan pada mobil-mobil autonomous ataupun pada sistem pengenal gerakan (gestures). Hebatnya, segala kemampuan proses ini dapat dilakukan dengan konsumsi daya sekitar 300 miliwatt atau sekitar seperseratus daya sebuah processor komputer dan sekitar sepersepuluh daya yang digunakan sebuah chipset smartphone.

Penggunaan daya yang begitu efisien ini berarti juga suhu processor yang rendah, sehingga produsen processor ini nantinya dapat memasangkan beberapa lapisan processor dalam satu paket. IBM contohnya, telah berhasil menggabungkan 16 lapisan processor sehingga jumlah koneksi nya hampir mendekati jumlah 86 miliar neuron pada otak manusia.

IBM TrueNorth

IBM TrueNorth

TrueNorth milik IBM ini tidak hanya bermanfaat untuk teknologi sensor kamera, tapi juga bermanfaat untuk banyak hal lainnya. Laboratorium Riset Angkatan Udara Amerika Serikat saat ini juga sedang mengembangkan teknologi TrueNorth untuk mendeteksi kejadian janggal pada sebuah video, mendeteksi serangan komputer, bahkan memberikan autonomi pada drone militer yang berlokasi jauh sehingga tidak terjangkau dari pusat kontrol.

Periset di Angkatan Udara Amerika Serikat ini juga mengembangkan sebuah sistem kontrol yang terdiri dari sebuah processor tradisional (dalam artian processor yang beredar saat ini) dengan processor berbasis TrueNorth untuk bekerjasama sebagai satu kesatuan. Qing Wu, seorang insinyur elektronik di Angkatan Udara AS menyebutkan bahwa menggabungkan dua sistem seperti ini membuatnya bekerja seperti sebuah otak manusia, dimana otak kiri (processor biasa) bekerja untuk memproses urutan instruksi-instruksi secara cepat sedangkan otak kanan (processor TrueNorth) berfungsi untuk mengerti dan menyimpulkan suatu keadaan.

IBM lebih lanjut mengatakan bahwa TrueNorth itu bukanlah sebuah tujuan namun lebih merupakan sebuah arah pasti untuk masa depan. Pada akhirnya TrueNorth akan memungkinkan dibangunnya mesin bisnis pintar (Intelligent Business Machine? akan kah menjadi singkatan IBM selanjutnya? who knows. 🙂 ) yang memiliki kemampuan tidak hanya untuk memproses data, tapi mengenali data dan menyimpulkan data tersebut tanpa campur tangan manusia. Mengagumkan, sekaligus sedikit mengerikan (Ingat Skynet pada film Terminator?)

Video demonstrasi sistem pengenalan gerakan yang diadopsi Samsung dapat dilihat di bawah ini:

(sumber: research.ibm.com dan cnet.com)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s