Langkah pertama Intel dengan platform processor ARM: Stratix 10 FPGA

Menjadi perusahaan besar dengan marketshare dominan itu tidaklah mudah, jika mereka bertahan dengan sikap merasa tidak terkalahkan, kaku dan tidak mau beradaptasi dengan perkembangan jaman, maka siap-siaplah gulung tikar. Sudah terlalu banyak contoh riil menghilangnya nama-nama besar yang dahulu begitu terdengar gaung-nya namun kini menjadi nama yang tersisihkan dan tersingkirkan.

Beberapa perusahaan besar saat ini sepertinya sudah menyadari kenyataan itu, menjadi dominan saat ini bukan berarti tidak akan mengecil dan mati, perubahan harus diantisipasi dan difasilitasi. Microsoft, contohnya, melalui kepemimpinan Satya Nadella, sedikit banyak sudah berubah. Bagi Microsoft, sistem operasi MacOS, iOS, Android dan Linux, yang notabene adalah produk pesaing mereka tidak lagi dianggap sebagai musuh. Lihat saja, Microsoft kini sudah banyak membuat aplikasi-aplikasi populer pada beberapa platform “pesaing” tersebut. Sudah tentu, Microsoft akan mempertahankan kuat-kuat dominasi Windows pada platform PC dan Server, namun disaat yang sama, mereka juga melebarkan sayap nya ke sistem operasi lain.

Intel sepertinya memahami hal yang sama, walaupun mungkin sedikit dengan menelan pil pahit. Jajaran processor Atom miliknya ternyata tidak begitu sukses mendapatkan perhatian para produsen gadget seperti smartphone dan tablet, sementara processor berbasis ARM justru menjamur dimana-mana. Menghadapi hal ini, sudah tentu Intel tidak akan begitu saja menyerah, namun untungnya Intel juga tidak bersikap keras kepala. Setelah tahun 2015 yang lalu Intel mengakusisi Altera, sebuah perusahaan pendesain chip FPGA, Intel juga belum lama ini mengumumkan akan membuka fasilitas produksi chip nya pada para desainer chip berbasis ARM. Keterbukaan Intel terhadap trend ini sepertinya sudah mulai berbuah hasil.

stratix-10-device

Intel beberapa hari yang lalu meluncurkan chip FPGA (Field-programmable Gate Array) bernama Stratix 10 FPGA. Yang unik, processor pada Stratix 10 ini menggunakan processor berbasis ARM, yaitu Cortex-A53 yang berjumlah 4 buah, Intel terlihat tidak terlalu memaksakan processor Atom untuk diintegrasikan ke dalam produk ini. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti FPGA generasi selanjutnya akan menggunakan processor Atom, namun bisa terlihat disini bahwa Intel pun sudah mulai terbuka dan berpikir out-of-the-box.

FPGA memiliki konsep yang berbeda dengan CPU yang digunakan pada komputer modern saat ini. CPU memiliki kemampuan untuk berbagai macam tugas umum melalui kemudahan programmability nya, sedangkan FPGA didesain untuk melakukan tugas tugas khusus dengan sangat cepat dan menggunakan daya listrik yang sangat rendah. FPGA bekerja hampir mirip dengan ASIC (Application Specific Integrated Circuit), namun yang menjadikan FPGA lebih unggul adalah kemungkinannya untuk diprogram ulang untuk beban kerja spesifik lainnya. Memprogram FPGA sudah tentu tidak semudah membuat program untuk sebuah CPU, membutuhkan lebih banyak waktu dan keahlian untuk memprogram sebuah FPGA, namun karena target market FPGA yang lebih kearah pemrosesan data yang spesifik, seperti Cloud, Search Engine, ataupun Artificial Intelligence, maka proses pemrograman ulang FPGA akan jarang perlu dilakukan.

Microsoft, contohnya, menyatakan bahwa mereka sudah mulai mengimplementasikan FPGA pada layanan Cloud dan search engine Bing. Ketertarikan Microsoft untuk mengimplementasikan FPGA dibandingkan ASIC ataupun GPGPU seperti milik nVidia adalah kemampuan FPGA untuk diprogram ulang untuk tugas-tugas spesifik tertentu.

Intel menyebutkan bahwa chip FPGA Stratix 10 nya ini memiliki kemampuan dua kali lebih cepat serta konsumsi daya yang 70% lebih rendah dari generasi sebelumnya. Di masa yang akan datang, bukan tidak mungkin Intel akan menggabungkan kekuatan CPU dan FPGA dalam satu paket yang kompak. Bayangkan apa yang dapat dilakukan oleh sebuah processor Intel Xeon yang juga memiliki co-processor FPGA di dalamnya, dimana Xeon akan mengerjakan tugas-tugas yang bersifat umum, sementara co-processor FPGA akan membantu mengerjakan tugas spesifik secara lebih cepat dan efisien.

Tabel spesifikasi Stratix 10 dibandingkan dengan beberapa model chip FPGA lainnya dapat dilihat berikut ini:

Feature Arria V SoC Arria 10 SoC Stratix 10 SoC
Process Technology 28 nm TSMC 20 nm TSMC 14 nm Intel Tri-Gate
Processor Dual-core ARM Cortex-A9 MPCore Dual-core ARM Cortex-A9 MPCore Quad-core ARM Cortex-A53 MP Core
Maximum Processor Performance 1.05 GHz 1.5 GHz 1.5 GHz
Logic Core Performance 300 MHz ~500 MHz 1 GHz
Power Dissipation 1X 0.6X 0.3X
Logic Density Range 350 – 462K logic element (LE) 160 – 660K LE 500K LE – 5.5M LE
Embedded Memory 23 Mb 39 Mb 229 Mb
18 x 19 Multipliers 2,136 3,356 11,520
Maximum Transceivers 30 48  144
Maximum Transceiver Data Rate (Chip to Chip) 10 Gbps 17.4 Gbps 30 Gbps
Memory Devices Supported (1) DDR3 SDRAM @ 533 MHz DDR4 SDRAM @ 1,200 MHz

DDR3 SDRAM @ 1066 MHz

LPDDR3 @ 800 MHz
RLDRAM 3 @ 1200 MHz

QDR IV SRAM @ 1066 MHz

QDR II+ SRAM @ 633 MHz

Hybrid Memory Cube

DDR4 SDRAM @ 1,333 MHz

DDR3 SDRAM @ 1066 MHz
LPDDR3 @ 800 MHz
RLDRAM 3 @ 1200 MHz

QDR IV SRAM @ 1066 MHz

QDR II+ SRAM @ 633 MHz

Hybrid Memory Cube

Hard Protocol IP 2 EMACs
PCI Express® (PCIe®) Gen2 x8
3 EMACs
PCI Express Gen3 X 8
10/40G BaseKR- forward error correction (FEC)
Interlaken physical coding sublayer (PCS)
3 EMACs
PCI Express Gen3 X 8
10/40G BaseKR- forward error correction (FEC)
Interlaken physical coding sublayer (PCS)
Security Advanced Encryption Standard (AES) AES encryption

Authentication based on Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA), Public key infrastructure with layered hierarchy for root of trust,

Anti-tamper enhancements

AES-256/SHA-256 bitsream encryption/authentication, physically unclonable function (PUF),

ECDSA 256/384 boot code authentication,

multi-factor key infrastructure with layered hierarchy for root of trust,

side channel attack protection

(sumber: Altera, Tom’s Hardware)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s