Drone ringkas yang dapat dilipat: Hover Camera Passport

Tahun 2016 ini dan 2017 nanti sepertinya akan menjadi tahunnya drone. Berbagai macam konsep desain drone bermunculan silih berganti dengan keunggulan fungsionalitasnya masing-masing.

hover-camera-passport-1

Seringnya kita melakukan selfie dalam berbagai macam kegiatan, di berbagai macam situasi, ternyata tidak luput dari perhatian sebuah produsen drone, Hover Camera. Dengan konsep dasar sebagai sebuah drone untuk selfie, Hover Camera meluncurkan produk Hover Camera Passport. Drone Passport ini berukuran sangat ringkas dan ringan, serta dapat dilipat sehingga tidak akan membuat repot pemiliknya selama beraktifitas. Dalam kondisi terlipat, ukurannya sekitar 182 x 132 x 33mm dan beratnya hanya 242 gram. Namun, walaupun memiliki dimensi terbilang imut, drone Passport ini mengusung spesifikasi yang termasuk canggih. Passport merupakan salah satu drone pertama yang menggunakan chipset Snapdragon Flight dari Qualcomm, ia dilengkapi dengan kamera 13 MP yang mampu merekam video 4K pada kecepatan 30 fps. Ia juga mampu terbang dengan kecepatan maksimal 27 kpj dan ketinggian maksimal 2 KM dengan lama terbang sekitar 10 menit. Dan asyiknya, karena memiliki dimensi kecil dan berat yang ringan, maka drone ini tidak perlu didaftarkan secara resmi ke lembaga-lembaga regulasi seperti FCC, di AS.

hover-1

Drone ini dikontrol tidak dengan kontroler khusus, melainkan dengan menggunakan fitur WiFi pada smartphone iPhone atau Android. Memang jarak kontrolnya menjadi tidak terlalu jauh, Hover Camera menyarankan agar Passport dikontrol dengan jarak maksimal 20 meter dari penggunanya, namun jika mengingat peruntukkan utama drone ini sebagai drone selfie, maka ini tidak menjadi masalah besar.

hover-2

Dengan chipset, sensor, dan software canggih, Passport memiliki fitur penerbangan yang patut diacungi jempol. Ia mampu melakukan tracking wajah dan tubuh penggunanya dan mengikutinya sambil melakukan perekaman, ia juga dapat berputar mengelilingi penggunanya untuk mendapatkan pemandangan 360 derajat. Cara menerbangkannya juga sangat mudah, cukup tekan tombol On lalu lepaskan dan ia akan mulai mengikuti dan merekam penggunanya. Sayang harganya masih termasuk mahal, siapkan dana US$ 599 untuk mendapatkan drone ini, itupun dengan catatan anda membelinya secara online melalui website resmi Hover Camera. Belum ada kabar ketersediaan resmi produk ini di Indonesia.

Spesifikasi lengkap Hover Camera Passport adalah sebagai berikut:

  • Folded Dimension: 182x132x33mm
  • Weight: 242g (including battery)
  • Max Speed: 8m/s(17mph)
  • Max Flight Altitude: 2000m (6562ft)
  • Max Hovering Time: 10min (No wind)
  • Suggested Control Distance: Up to 20m (65 ft)
  • Operating Temperature: 5-35°C (41°F-95°F)
  • Wi-Fi Frequncy Bands: 2.4GHz;5GHz
  • Sensor: 1/3.06″ (CMOS);Effective pixels: 13M
  • LensFOV:  78.4°;28mm (35mm format equivalent);
    f/2.0;Depth of focus: 1.2 – 6.7m
  • ISO Range:100 – 3200
  • Pitch RangeL -90° to +30°
  • Image Max Size: 4208×3120
  • Video Recording Modes: 4K: 3840×2160 at 30fps, 1080P: 1920×1080 at 30fps, 720P: 1280×720 at 30fps
  • Photo/Video Format: JPEG/MP4
  • Storage Capacity: 32G(including system files)

Dan video demonstrasinya dapat disaksikan di bawah ini:

(sumber: Hover Camera via Engadget)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s