Berapa lama diperlukan untuk membobol perangkat IoT yang tidak di-patch? 6 Menit.

MalwareSuka tidak suka, demam IoT (Internet-of-Things) sudah mewabah. Di Indonesia IoT memang belum populer, namun di negara-negara maju, berbagai macam peralatan rumah tangga sudah banyak yang terhubung dengan Internet, mulai dari perangkat keamanan seperti CCTV, alarm kebakaran, sistem kunci pintu rumah sampai dengan lampu rumah pun sudah dapat dikontrol dari jarak jauh melalui aplikasi pada smartphone. IoT memang memberikan kemudahan bagi para pengguna yang dalam kesehariannya lebih banyak berkutat dengan smartphone. Dengan IoT maka berbagai macam perangkat di rumah dapat dimonitor dan dikontrol melalui smartphone, nyaman bukan?

Namun dalam dunia IT, kemudahan dan kenyamanan seringkali diasosiasikan dengan ke-tidak-amanan. Sudah terlalu banyak contoh dimana produsen suatu perangkat hardware terlalu fokus untuk membuat produknya mudah dan nyaman digunakan sehingga  lupa memikirkan bagaimana membuat produknya aman dari serangan para hacker. Sayangnya, hal ini masih juga terjadi sampai saat ini. Masih banyak produsen IoT yang lalai memikirkan keamanan produknya, terbukti dengan kejadian akhir-akhir ini dimana terjadi serangan DDoS (Distributed Denial of Service) besar-besaran melalui perangkat IoT terhadap dua situs, sebuah situs milik seorang jurnalis Cybersecurity Brian Kerbs, dan sebuah server hosting di Perancis, OVH. Keduanya diserang melalui ribuan perangkat IoT yang memiliki sistem keamanan password default yang lemah. Ribuan perangkat IoT yang telah terinfeksi malware kemudian mengirimkan paket data berulang secara bersamaan pada situs-situs target, membuat targetnya lumpuh karena dibanjiri dengan paket data yang begitu besar.

Direktur riset keamanan Fastly, Jose Nazario, mengatakan bahwa secara rata-rata, hanya diperlukan waktu sekitar 6 menit untuk membobol perangkat IoT yang memiliki celah keamanan. Setiap perangkat IoT juga akan menghadapi usaha pembobolan dari hacker sebanyak 400 kali dalam satu hari dan 66 persen diantara nya sukses menerobos masuk. Sebuah angka yang terbilang besar, sehingga sudah saatnya para produsen IoT untuk lebih serius memikirkan keamanan data dari setiap produknya.

Semoga saja ketika saatnya nanti produk IoT sudah mulai merambah Indonesia, produsen IoT sudah mengimplementasikan cara jitu untuk membuat produknya tidak rentan terhadap serangan hacker.

(sumber: The Register)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s