Windows 10 akan mendukung platform chipset ARM, dan Qualcomm akan menjadi yang pertama didukung Microsoft.

Windows pada platform ARM? bagi pemerhati IT mungkin bukan hal yang aneh karena Microsoft telah beberapa kali mencobanya, terakhir kali dengan Windows RT nya. Namun sayangnya, tidak ada satupun usaha Microsoft sebelumnya yang menuai kesuksesan. Kedigdayaan Android dalam menguasai pasar perangkat mobile seperti smartphone dan tablet tidak dapat digoyahkan Microsoft.

Windows 10

Windows 10

Tapi Microsoft belum menyerah, walaupun memang sepertinya Microsoft menargetkan hal lain juga selain pasar perangkat mobile. Processor berbasis arsitektur ARM semakin hari semakin terlihat mengancam sang raja processor Intel dengan mulai eksisnya mereka di dunia Datacenter. Beberapa vendor chipset, termasuk Qualcomm, semakin agresif mendekati para vendor server untuk mencoba mengimplementasikan solusi processor mereka ke dalam server-server di Datacenter.

Qualcomm sendiri baru-baru ini memperkenalkan processor server Centriq 2400 yang memiliki jumlah core sangat banyak, sebanyak 48-core! Namun tetap saja, apalah artinya sebuah platform hardware yang canggih jika tidak didukung oleh software yang populer digunakan saat ini. Nah, disini Microsoft seperti melihat peluang. Di dunia Datacenter, sistem operasi pesaing Microsoft seperti Linux memiliki pangsa pasar yang tidak bisa diremehkan, dan jika Microsoft tidak segera memikirkan cara agar sistem operasinya dapat berjalan pada platform ARM (sesuatu yang sudah dapat dilakukan oleh Linux), maka eksistensi Windows Server bisa jadi sangat terancam.

Sebagai langkah awal, Microsoft (dan Qualcomm) baru-baru ini mengumumkan kerjasama mereka untuk membuat sistem operasi Windows 10 dapat berjalan dengan mulus pada sebuah sistem komputer berbasis processor Qualcomm Snapdragon. Melalui emulasi x86, maka setiap program yang biasa kita gunakan pada PC dan Notebook akan dapat berjalan dengan lancar pada perangkat berbasis arsitektur ARM. Dalam video demonstrasi yang dapat dilihat di bagian bawah artikel ini, terlihat bagaimana aplikasi besar, seperti aplikasi Office, Adobe Photoshop, serta Games dapat berjalan dengan relatif mulus. Memang spesifikasi chipset yang didemonstrasikan pada video tersebut termasuk tinggi di kelasnya, yaitu sebuah Snapdragon 820, namun jika kita menilik harganya, sudah tentu Snapdragon 820 memiliki harga lebih rendah daripada processor Intel yang sekelas.

Jika pada akhirnya Microsoft berhasil membuat Windows dan aplikasi utamanya berjalan mulus pada processor berbasis ARM, maka dalam waktu yang tidak lama lagi kita akan melihat notebook-notebook tipis dan ringan dengan daya tahan baterai yang lebih superior dari apa yang kita dapatkan sekarang ini. Dan ini juga berpotensi memuluskan cita-cita Microsoft untuk membuat sebuah smartphone multifungsi, yang dapat dipergunakan untuk menjalankan aplikasi Windows x86 hanya dengan memasangkannya pada sebuah docking station. Persis seperti konsep Continuum yang sekarang ini sudah tersedia namun dengan fungsionalitas lebih baik.

Sudah tentu perjuangan Microsoft tidak akan mudah, karena chipset berbasis ARM dibuat oleh berbagai macam vendor chipset yang masing-masing diperbolehkan untuk memodifikasi desain dasar dari ARM. Oleh karena itu, Microsoft terlihat hati-hati dalam memilih vendor chipset yang diajak untuk bekerjasama. Qualcomm menjadi yang pertama kali dipilih oleh Microsoft karena sampai dengan saat ini, Qualcomm masih memegang marketshare cukup besar serta memiliki resource R&D yang sangat memadai.

Qualcomm menyebutkan bahwa perangkat berbasis ARM yang mampu menjalankan program-program Windows akan mulai bermunculan pada paruh kedua tahun 2017 nanti.

(sumber: Tom’s Hardware)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s