Tiga malware Android baru ditemukan oleh para peneliti keamanan dan Google

Semoga para peneliti keamanan, baik dari pihak luar maupun dari pihak Google sendiri, tidak merasa lelah untuk mencoba mengidentifikasi berbagai macam jenis malware Android yang sangat banyak beredar saat ini. Baru-baru ini ditemukan lagi tiga jenis malware berbahaya yang menjangkiti berbagai macam aplikasi Android. Doctor Web dan Checkpoint adalah dua perusahaan yang menemukan tiga  malware baru ini. Satu malware hanya terdapat pada aplikasi yang diperoleh secara tidak resmi di luar Google Play, namun dua malware lainnya justru bisa ditemukan pada beberapa aplikasi yang tersedia di Google Play itu sendiri.

Ilustrasi malware Android - pcworld.com

Ilustrasi malware Android – pcworld.com

Malware pertama adalah trojan Skyfin. Skyfin biasanya menjangkiti aplikasi .apk yang diperoleh tidak resmi dan diinstalasikan dengan cara side-loading. Skyfin disebut mampu mencuri data-data penting seperti IMEI, model perangkat, lokasi perangkat, serta bahasa yang digunakan. Malware ini juga disebut mampu menginstalasi dan membeli aplikasi lain tanpa seijin pengguna smartphone atau tablet. Skyfin dapat menjangkiti semua gadget Android yang menggunakan versi sebelum Marshmallow.

Malware kedua disebut dengan HummingWhale. Malware ini sempat menjangkiti sekitar 20 aplikasi Android yang terdapat pada Google Play, namun setelah diinformasikan oleh para peneliti keamanan, pihak Google segera menghapus ke-20 aplikasi tersebut. Jika sudah menjangkiti smartphone, malware HummingWhale akan membanjiri tampilan layar dengan berbagai macam iklan dan juga dapat secara diam-diam memberikan review rating pada aplikasi tertentu yang mengandung malware jenis ini.

Ketiga, malware Charger. Ditemukan pada sebuah aplikasi di Google Play bernama Energy Rescue. Energy Rescue menyebut dirinya sebagai aplikasi untuk mengoptimalkan penggunaan baterai. Jika dipasang pada smartphone dan tablet, maka aplikasi ini akan mengumpulkan berbagai macam informasi personal dan akan meminta hak akses administrator. Jika pengguna gadget memberikan hak akses tersebut, maka malware ini akan mengunci perangkat dan meminta tebusan uang BitCoin kepada korbannya. Untungnya Google sudah menghilangkan aplikasi ini dari Google Play.

Walaupun terkesan membosankan, namun penulis lagi-lagi mengingatkan para pembaca infonologi.com untuk tetap waspada. Jangan pernah memasang aplikasi yang didapatkan dari sumber yang tidak resmi. Jika memasang aplikasi resmi pun, usahakan untuk hanya memilih aplikasi yang pembuatnya memiliki nama besar dan reputasi yang baik. Jika memori RAM dan penyimpanan masih cukup tersedia, instalasikan aplikasi Antivirus yang banyak tersedia cuma-cuma di Google Play. Avira, BitDefender, AVG, dan Avast adalah beberapa antivirus gratis yang dapat membantu mencegah terinfeksinya gadget kesayangan pembaca.

(sumber: PhoneArena)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s