Sistem kecerdasan buatan (AI) dapat membantu mencari celah keamanan pada jaringan dan sistem operasi komputer

Pada event Usenix Enigma 2017, dua pembicara dari DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency ) menceritakan bahwa kontes dan riset tahun 2016 yang diikuti oleh tujuh proyek riset kecerdasan buatan (AI) berhasil menemukan beberapa bug dan celah keamanan penting pada jaringan dan sistem operasi tanpa campur tangan manusia pada prosesnya.

darpa
Pada kontes tersebut, ketujuh proyek AI dihadapkan satu dengan yang lainnya dengan tantangan untuk menemukan dan menutup celah keamanan di jaringan serta sistem operasi mereka sendiri, sambil juga mencari celah keamanan peserta lain lalu menyerang serta mencoba mencuri data dari peserta lain.

Menariknya, sistem-sistem pintar ini justru mampu menemukan celah keamanan jenis baru yang belum tentu dapat ditemukan oleh beberapa kelompok peneliti keamanan. Satu dari tujuh peserta menemukan satu celah yang terdapat pada setiap sistem operasi yang digunakan oleh peserta lainnya lalu secara mandiri membuat sebuah exploit  untuk menyerang dan mencuri data dari peserta lainnya. Dari keenam peserta yang “diserang” tersebut, satu peserta menyadari serangan itu dan kemudian menginstalasikan patch untuk menutup celah keamanan pada sistem operasinya. Semua aktifitas diatas dilakukan secara mandiri oleh setiap sistem kecerdasan buatan yang diperlombakan. Dan semua selesai dalam waktu hanya 20 menit saja.

DARPA berharap bahwa di masa yang akan datang, penggunaan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan (terutama oleh pihak militer Amerika Serikat) untuk mencari celah keamanan yang ada pada jaringan, sistem operasi, dan setiap perangkat canggih yang dipergunakan oleh militer AS. DARPA juga saat ini sedang melakukan penelitian dimana teknologi AI digunakan untuk membuat “peta” internet serta rute lalu-lintasnya sehingga mereka dapat menentukan apakah data yang dikirim sudah dihinggapi malware atau tidak.

Di satu sisi, kemajuan AI memang dapat membantu kita menciptakan internet yang lebih aman, namun di sisi lain, dengan kekuatan dan kemampuan seperti itu, siapa yang dapat menjamin privacy kita? atau lebih besar lagi, siapa yang dapat menjamin data rahasia sebuah negara?

(Sumber: The Register)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s