Teknologi 3D XPoint dari Intel muncul dalam bentuk drive SSD untuk Data Center

Tidak dipungkiri bahwa teknologi 3D XPoint milik Intel berpotensi menjadi standar baru dunia penyimpanan data menggantikan SSD berbasis NAND, namun seperti biasa, karena tergolong baru saja dirilis maka harganya pun masih terbilang mahal. Tidak heran jika untuk dunia PC dan Notebook reguler, Intel masih memposisikan 3D XPoint sebagai drive cache dengan ukuran yang relatif kecil, sekitar 16-32 GB, yang berfungsi untuk mengakselerasi proses transfer data antara Hard Disk biasa dengan memori RAM.

Lain hal nya untuk dunia bisnis (Data Center) dimana harga belum tentu menjadi penentu utama. Untuk sebuah Data Center, kecepatan serta daya tahan 3D XPoint yang jauh lebih tinggi daripada apa yang dapat dicapai oleh sebuah SSD berbasis NAND menjadi daya tarik yang sulit untuk ditolak. Bagi banyak perusahaan kelas enterprise, keamanan dan keselamatan data menjadi prioritas yang jauh lebih tinggi daripada sekedar cost of purchase.

Atas dasar pemikiran itu, Intel meluncurkan produk SSD 3DXPoint NVMe, Optane P4800X Series Cold Stream, yang ditargetkan pada pasar pasar Data Center. SSD terbaru Intel ini hadir dengan bentuk add-in card PCIe x4 dengan kapasitas 375 GB. Kemampuan baca-tulis nya terbilang sama dengan SSD NAND tercepat saat ini, sekitar 2400 MB/s baca dan 2000 MB/s tulis, namun Intel memastikan bahwa 3DXpoint memiliki potensi kecepatan yang jauh lebih dari angka-angka tersebut. Yang jelas, untuk saat ini, produk Optane P4800X Series Cold Stream milik Intel memiliki tingkat latensi memori yang sangat rendah, jauh lebih rendah dari apa yang dicapai oleh SSD NAND. Latensi baca/tulis yang dicapai Optane P4800X Series Cold Stream ada pada angka dibawah 10 mikrodetik, bandingkan dengan SSD NAND biasa yang mencapai angka 130/50 mikrodetik atau lebih. Jauh lebih cepat bukan?

intel-ssd-spec

Kecepatan tanpa kehandalan tidak akan berarti, dan Intel sangat mengerti akan hal itu. Teknologi SSD 3D XPoint memiliki tingkat kehandalan sampai dengan 21 kali lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi SSD berbasis NAND saat ini. Sepanjang masa operasionalnya, sebuah SSD 3D XPoint mampu melakukan operasi baca-tulis sebanyak 12,3 PB (Petabytes) sedangkan SSD NAND terbaik hanya mampu melakukannya sebanyak 590 TB (Terabytes). Inilah yang membuat SSD 3D XPoint berpotensi sukses di dunia Data Center.

Asiknya lagi, spesifikasi Intel secara tidak langsung menyebutkan bahwa SSD tipe baru ini bekerja lebih dingin sehingga tidak memerlukan kipas-kipas yang berputar kencang untuk memastikan operasional yang aman.

Bagi kita sebagai konsumen reguler, munculnya teknologi baru Intel ini memberikan keuntungan ganda. Jika suatu saat nanti teknologi 3D XPoint mulai bermunculan untuk PC dan Notebook level konsumen, maka sudah pasti harga SSD berbasis NAND akan menjadi semurah harga hard disk mekanis seperti saat ini. Sementara itu, jika nantinya 3D XPoint juga mulai banyak diimplementasikan para produsen PC, maka perlahan tapi pasti harganya pun akan menjadi lebih masuk akal.

(sumber: Tom’s Hardware)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s