Dokumen WikiLeaks menyebutkan bahwa CIA mampu mengelabui proteksi sebagian besar aplikasi Antivirus terkenal


Sebagian besar pengguna PC, termasuk penulis, merasa lebih aman jika sudah memasang software antivirus pada setiap PC ataupun Notebook yang digunakan. Namun sepertinya rasa aman yang kita rasakan masih merupakan false sense of security alias  rasa aman yg semu. Ungkapan penulis ini bukan tanpa alasan, karena baru-baru ini salah satu dokumen yang terdapat pada WikiLeaks menyebutkan bahwa lembaga intelijen Amerika Serikat, CIA, ternyata mampu membypass proteksi hampir semua software Antivirus ternama yang mungkin menguasai lebih dari 95% pangsa pasar antivirus.

Berdasarkan bocoran dokumen CIA tahun 2014 yang diperoleh WikiLeaks, daftar software di bawah ini adalah software antivirus yang berhasil mereka eksploitasi:

  • Comodo
  • Avast
  • F-Secure
  • Zemana Antilogger
  • Zone Alarm
  • Trend Micro
  • Symantec
  • Rising
  • Panda Security
  • Norton
  • Malwarebytes Anti-Malware
  • EMET (Enhanced Mitigation Experience Toolkit)
  • Microsoft Security Essentials
  • McAfee
  • Kaspersky
  • GDATA
  • ESET
  • ClamAV
  • Bitdefender
  • Avira
  • AVG

Perhatikan nama-nama software tercantum, hampir bisa dipastikan bahwa software antivirus yang kita gunakan saat ini adalah yang ada dalam daftar di atas. Menurut WikiLeaks, dokumen bocoran awal CIA menyebutkan secara detail tentang bagaimana mereka memanfaatkan kelemahan-kelemahan programming yang ada pada software-software antivirus, namun untuk keamanan, WikiLeaks menghilangkan informasi yang terlalu detail, dan hanya menyisakan sedikit informasi teknis yang berisi bagaimana cara CIA mengalahkan proteksi software F-Secure, AVG, dan Avira.

Fakta bahwa CIA mampu melakukan hal ini sebetulnya tidak begitu mengherankan, karena para periset Google Project Zero pun menyebutkan bahwa terkadang program antivirus justru menjadi titik lemah yang ada pada sebuah PC. Begitu besarnya hak akses sebuah software antivirus terhadap sistem operasi membuat setiap kesalahan programming berpotensi membuka celah keamanan yang berbahaya bagi sistem operasi itu sendiri.

Lalu apa yang dapat kita lakukan? tidak banyak, selain selalu mengupdate setiap aplikasi yang kita gunakan secara rutin. Atau jika memang benar-benar khawatir, kita dapat menggunakan sistem operasi khusus seperti Qubes OS yang memang lebih aman, tapi sudah pasti solusi ini tidak akan cocok bagi sebagian besar kita yang menggunakan Microsoft Windows ataupun MacOS.

(sumber: Tom’s Hardware)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s