Intel Optane sebagai cache drive akhirnya tersedia

Menggunakan sebuah komputer yang cepat dan responsif sudah menjadi dambaan banyak orang, namun sayangnya untuk mencapai hal tersebut, selain diperlukan processor dan GPU yang cepat, juga diperlukan sistem penyimpanan yang cepat. Hard Disk mekanis sudah lama menjadi titik lemah dalam sebuah sistem komputer modern, ia menjadi bottleneck (komponen terlamban) dalam kinerja sebuah komputer, namun harganya yang murah meriah serta kapasitasnya yang besar menjadikannya tetap bertahan di tengah serangan opsi hard disk SSD yang jauh lebih cepat namun juga jauh lebih mahal. Lalu apa solusi bagi pengguna komputer yang menginginkan sistem penyimpanan besar yang murah namun dengan peningkatan performa yang terasa? Intel Optane, itu jawaban Intel.

Mekanisme cache yang diterapkan oleh Intel Optane sebetulnya sudah sejak dulu ada melalui teknologi SRT (Smart Response Technology) yang juga dimiliki Intel. Sayangnya adopsi terhadap SRT tidak begitu menggembirakan karena penggunanya tidak merasakan peningkatan performa yang besar. Kini, “SRT” generasi terbaru telah tiba dengan memori yang lebih cepat dan lebih handal berbasis teknologi 3D XPoint.

Terdapat dua opsi ukuran yang ditawarkan Intel, 16 GB dan 32 GB, dalam format modul M.2 2280. Harganya juga terbilang terjangkau, dimana modul 16 GB ditawarkan dengan harga US$ 44 dan 32 GB dengan harga US$ 75. Sayangnya untuk dapat memanfaatkan teknologi Intel Optane, chipset yang digunakan haruslah chipset terbaru Intel seri 200 dengan processor Intel generasi ke-7 “Kaby Lake”.

Dengan Intel Optane sebagai  cache, Intel menjanjikan peningkatan performa keseluruhan sampai dengan 28%, dimana waktu start beberapa aplikasi seperti Chrome dan Outlook dapat meningkat sampai dengan 6 kali lebih cepat. Aplikasi game pun disebut Intel dapat diload 67% lebih cepat. Semakin sering dan rutin kita menggunakan aplikasi tertentu, maka semakin efektif kinerja cache Intel Optane. Ia mempelajari pola penggunaan aplikasi dan menyimpan data yang paling sering diakses pada memori internalnya. Yang membedakan Intel Optane dari teknologi cache biasa adalah pada Intel Optane data yang masuk ke dalam cache tidak akan hilang ketika komputer dimatikan, sehingga ketika kembali dinyalakan, processor dapat segera mengambil data yang diperlukan dari drive Intel Optane.

Intel Optane sudah mulai tersedia pada motherboard-motherboard yang diproduksi oleh ASUS, ASRock, EVGA, Gigabyte, dan MSI. Banyak vendor hardware lainnya menyatakan dukungannya terhadap teknologi Intel Optane ini. Akankah Intel sukses memasarkan teknologi cache terbarunya ini? mungkin saja, karena tidak semua pengguna PC dan Notebook mampu (dan mau) mengeluarkan uang untuk membeli drive SSD yang mahal. Faktanya sampai dengan detik ini, mayoritas dari kita pengguna komputer masih menggunakan hard disk mekanis sebagai media penyimpanan data. Semoga saja peningkatan performa yang dijanjikan Intel memang benar adanya. Kita tunggu saja hasil review nya.

(sumber: Engadget)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s