Nvidia membalas klaim Google tentang kecepatan proses AI pada TPU vs GPU

Beberapa saat yang lalu, Google merilis sebuah tulisan yang menyebutkan bahwa Tensor Processing Unit (TPU) yang dibuat oleh Google memiliki performa pemrosesan inferensi / deduksi yang mencapai 30x lebih cepat daripada kombinasi CPU Intel Haswell dan GPU Nvidia K80. Inferensi / Deduksi merupakan proses yang penting dalam kaitannya dengan Neural Networks atau Artificial Intelligence yang kini semakin banyak diimplementasikan.

Kumpulan TPU yg digunakan dalam pertandingan Go

Menanggapi klaim Google, Nvidia kemudian memberikan pernyataan bahwa sudah banyak perubahan desain dan performa yang terjadi pada platform GPU mereka. Nvidia K80 merupakan platform lama yang diproduksi tahun 2012, padahal kini Nvidia sudah memiliki platform P40 yang diluncurkan tahun lalu yang memiliki kecepatan pemrosesan inferensi sekitar 2x lebih cepat daripada yang dicapai TPU milik Google. Lebih lanjut, Nvidia juga mengatakan bahwa GPU mereka memiliki kapabilitas pemrosesan Floating Point FP32 sampai dengan 12 TeraFlops, yang berguna untuk “melatih” sebuah sistem Artificial Intelligence, sedangkan TPU tidak memiliki kapabilitas itu, TPU hanya dapat dimanfaatkan Google untuk mengakselerasi proses inferensi / deduksi logika saja.

Nvidia juga menekankan bahwa GPU mereka memiliki bandwidth data yang jauh lebih lebar, yaitu 350 GB/s dibandingkan dengan TPU yang hanya sekitar 34 GB/s. Namun satu hal yang luput menjadi fokus Nvidia, yaitu tingkat penggunaan daya GPU yang terlihat jauh lebih tinggi dibandingan sebuah TPU. Untuk mencapai performa inferensi 2x lipat lebih tinggi dari TPU, sebuah GPU modern (P40) memerlukan daya sekitar 250W, sedangkan TPU “lama” Google hanya memerlukan daya 75W.

Jawaban Nvidia terhadap Google ini terbilang menarik karena terlihat bahwa Nvidia sudah mulai agak terancam dengan keputusan Google untuk membuat chip inferensi nya sendiri dibandingkan dengan menggunakan platform GPU Nvidia (atau AMD) yang sudah ada di pasaran. Bukan tidak mustahil bahwa di balik layar, Google pun sedang mengembangkan GPU nya sendiri seperti hal nya Apple yang sudah secara resmi mengumumkan hal tersebut. Yang jelas, dapat dipastikan bahwa nama-nama besar di dunia teknologi kini saling berlomba mengembangkan sistem Artificial Intelligence yang semakin pintar dan untuk itu diperlukan platform hardware yang mumpuni. Siapakah yang akhirnya menguasai pasar AI? Intel, Nvidia, AMD, Apple, ARM, Google, atau Microsoft? Ini akan menjadi tontonan menarik dalam beberapa tahun ke depan.

(sumber: Tom’s Hardware)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s