Kombinasi prosesor IBM Power8 dan GPU Nvidia Tesla P100 memecahkan rekor supercomputing

Industri minyak dan gas selalu menggunakan perangkat (super)komputer tercepat dan tercanggih pada masanya karena mereka perlu menganalisa jumlah data yang sangat besar dengan kompleksitas tinggi. Tidak heran jika kemudian, para pembuat superkomputer saling berlomba untuk membuat sistem yang lebih cepat yang kemudian didemonstrasikan dengan cara menjalankan aplikasi simulasi minyak dan gas seperti Echelon dari Stone Ridge Technology.

Stone Ridge Technology, yang bekerja sama dengan IBM dan Nvidia, mendemonstrasikan sebuah simulasi dengan data 100 miliar “cell” pada sebuah sistem superkomputer yang terdiri dari 30 buah server IBM Power S822LC HPC yang masing-masing dilengkapi dengan 2 buah prosesor IBM Power8 serta 4 buah NVidia Tesla P100. Dengan senjata hardware yang terbilang sangat canggih, ternyata aplikasi yang mensimulasikan produksi minyak selama 45 tahun itu dapat menyelesaikan simulasinya hanya dalam waktu 92 menit saja! Ini sekaligus memecahkan rekor sebelumnya yang memerlukan waktu 20 jam untuk menyelesaikan simulasi yang sama. Rekor sebelumnya (dengan waktu proses simulasi selama 20 jam) dicapai oleh sebuah Superkomputer Cray XE6 milik NCSA yang digunakan oleh ExxonMobil pada Januari 2017 lalu.

IBM Power System S822LC for High Performance Computing

Kecepatan proses simulasi superkomputer IBM dan Nvidia ini memang mengagumkan, namun jika pembaca mengetahui bahwa superkomputer IBM dan Nvidia ini berukuran fisik yang sangat jauh lebih kecil dengan konsumsi daya hanya sepersepuluhnya maka niscaya pembaca akan tercengang. Dibandingkan supercomputer Cray XE6 yang memerlukan ruangan sebesar setengah lapangan rugby, supercomputer IBM ini hanya memerlukan dua rack dengan footprint sekitar setengah ukuran meja pingpong. Harganya pun sangat murah untuk kelasnya, hanya sekitar 1,25 sampai dengan 2 juta dollar AS dibandingkan dengan harga supercomputer Cray yang mencapai ratusan juta dollar. Sebagai catatan, supercomputer Cray XE6 menggunakan processor Intel Xeon dengan jumlah core keseluruhan sebanyak 716.800 namun tanpa bantuan akselerasi GPU ataupun FPGA.

Ini merupakan pencapaian signifikan  dari kolaborasi processor Power8 milik IBM dan GPU Tesla P100 milik Nvidia dan bukti nyata bahwa sebuah GPU dapat mengakselerasi berbagai macam pemrosesan dengan data besar seperti pada simulasi perminyakan ini. Intel sebetulnya memiliki senjata lain untuk melawan Nvidia, yaitu akselerator Knight’s Landing, namun sayangnya belum ada perbandingan langsung dimana sebuah supercomputer berbasis Intel Xeon yang dilengkapi dengan Knight’s Landing yang menjalankan simulasi serupa.

IBM lebih lanjut menyebutkan bahwa kombinasi processor mereka dengan GPU Nvidia dapat digunakan pada perhitungan engineering lain seperti computational fluid dynamics, structural mechanics, dan climate modeling. Semuanya dapat dilakukan dengan waktu yang jauh lebih singkat dan dengan biaya pembelian dan operasional yang jauh lebih murah.

(sumber: IBM via Tom’s Hardware)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s