DGX-1V, Supercomputer baru dari Nvidia

Tidak dipungkiri lagi bahwa peran GPU atau prosesor grafis saat ini semakin menjadi penting di dunia Artificial Intelligence. Namanya memang agak sedikit rancu, karena prosesor grafis berarti sebuah prosesor yang dikhususkan untuk mengolah data grafik, bukan begitu? awalnya ya demikian, namun sejak beberapa tahun yang lalu ditemukan bahwa ternyata arsitektur prosesor grafis dapat dimanfaatkan untuk mengolah data besar secara parallel jauh lebih cepat daripada apa yang dapat dicapai oleh sebuah prosesor atau CPU biasa.

Beberapa tahun terakhir ini, akan sulit berbicara tentang sebuah supercomputer tanpa menyinggung prosesor grafis atau akselerator di dalamnya. Dan sampai dengan saat ini, Nvidia masih menjadi rajanya di bidang itu. Akselerator server berbasis GPU Pascal (seperti pada Graphic Card Titan X, Geforce GTX 1080, 1070, dll) sudah banyak diimplementasikan dalam supercomputer berkecepatan tinggi dengan ukuran yang terbilang mini. Namun kini Nvidia memperkenalkan teknologi yang berbasis GPU yang lebih muktahir lagi yang menggunakan platform Volta, penerus platform Pascal.

Pada event GPU Technology Conference, Nvidia memperkenalkan Tesla V100 Data Center GPU. Walaupun bernama GPU, namun Tesla V100 ini didisain khusus untuk mempercepat pemrosesan data Artificial Intelligence dan Deep Learning. Setiap akseserator berbasis GPU Volta ini dibuat dengan proses produksi 12 nm milik TSMC, dengan 5.120 CUDA Cores, NVLink 2.0, dan memori HBM2 berjumlah 16 GB. Spesifikasi canggih ini membuatnya memiliki kekuatan komputasi sebesar 15 TeraFLOPs.

Bayangkan ketika Nvidia menyisipkan 8 buah akselerator Tesla V100 ini ke dalam Supercomputer terbaru mereka DGX-1V. Dengan 8 buah akselerator tersebut, DGX-1V memiliki 40.960 CUDA Cores dengan kekuatan komputasi sampai dengan 960 TeraFLOPs. Kemampuan sekuat ini membuatnya dapat menggantikan sekitar 400 buah server biasa, demikian menurut Jensen Huang, penemu dan CEO dari Nvdia. DGX-1V dilengkapi juga dengan dua buah processor Xeon E5-2698 v4 yang masing-masing berupakan processor 20-core.

Spesifikasi Nvidia DGX-1V

Jika pembaca tertarik membelinya, sebaiknya banyak-banyaklah menabung, karena satu unit DGX-1V berharga US$ 149 ribu.

Selain Supercomputer DGX-1V, Nvidia juga memperkenalkan Supercomputer DGX Station yang lebih “ramah” di kantung, hanya dengan US$ 69 ribu, sudah dapat memboyong sebuah supercomputer berbentuk tower biasa, dimana di dalamnya terdapat 4 buah GPU Tesla V100 dan processor Intel Xeon E5-2698 v4 20-core yang didinginkan dengan sistem pendingin air. Kemampuan pemrosesan DGX Station adalah setengah dari DGX-1V.

Spesifikasi Nvidia DGX Station

Jenson lebih lanjut menekankan bahwa: “Machine Learning adalah revolusi teknologi yang terpenting saat ini, dimana algoritma membuat algoritma, software menghasilkan software, komputer belajar dengan sendirinya secara mandiri. Ini adalah era dari Machine Learning” — dan Nvidia berhasil menjadi salah satu pelopor terdepan di bidang ini.

(sumber: Engadget)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s