Waspadalah! Ketakutan akan terkena malware WannaCry(pt) justru dimanfaatkan para pembuat aplikasi palsu

Siapa yang tidak ikut heboh ketika ransomware WannaCry(pt) secara masif menyebar beberapa minggu yang lalu? sebagian besar tim IT di berbagai belahan dunia disibukkan dengan kegiatan mempatch sistem operasi Windows karenanya. Pengguna awam pun dibuat ketakutan ketika hendak mengakses data-data penting pada laptop ataupun PC desktopnya.

Nah, ketakutan masyarakat atas ancaman WannaCry(pt) justru kini malah dimanfaatkan oleh para pembuat program jahat yang berpura-pura menyediakan aplikasi antimalware yang menjanjikan perlindungan terhadap malware pada smartphone berbasis Android dan iOS.

Sejak ditemukan oleh McAfee pada akhir bulan Mei ini, trend munculnya aplikasi yang seolah-olah melindungi dari WannaCry(pt) justru semakin meningkat. Saat ini tercatat sekitar 27 aplikasi Android dan iOS berbahaya yang tersedia. Selain McAfee, firma keamanan RiskIQ pun menyatakan hal yang sama, secara spesifik mereka menyebutkan bahwa mereka menemukan 7 aplikasi Android dan 2 aplikasi iOS yang mengklaim melindungi smartphone dari WannaCry(pt) . Ke-tujuh aplikasi ini terbilang cukup berbahaya karena penuh dengan Adware, Trojan, serta Malware.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah pernyataan RiskIQ yang menyebutkan bahwa aplikasi-aplikasi ini justru tersedia di Play Store milik Google dan Apple, padahal Play Store mereka terbilang jauh lebih aman dibandingkan sumber aplikasi lainnya. Beberapa aplikasi seperti “Antivirus Malware Trojan” pada Android, dan “Mobile Protection: Clean & Security VPN” pada iOS memang sudah dihapus oleh Google dan Apple, namun aplikasi tersebut sudah sempat terunduh puluhan ribu kali oleh pengguna smartphone yang tidak curiga.

Intinya lagi-lagi, ingatlah untuk selalu waspada. Saat ini bersikap curiga mungkin justru lebih baik daripada terlalu percaya dengan aplikasi-aplikasi baru yang penuh janji-janji: melindungi data, membersihkan data smartphone, membuat smartphone lebih cepat, dsb. Satu hal yang mungkin patut menjadi catatan adalah, aplikasi-aplikasi berbahaya tersebut biasanya memiliki penulisan dengan bahasa yang penuh dengan kesalahan gramatikal.  Jadi jika pembaca ditawarkan untuk menginstalasikan sebuah program dengan teks deskripsi yang penuh kesalahan tulisan, waspadalah.

(sumber: CNet)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s