Google merilis aplikasi Android yg menggunakan protokol SMB v1 untuk mengakses PC Windows. Blunder Google?

Heboh ransomware WannaCry(pt) dan Petya/Not.Petya sedikit banyak telah mengedukasi para pengguna komputer bahwa satu protokol ‘jadul’ yang digunakan Windows untuk berbagi file dan printer, SMB v1, sudah tidak layak digunakan lagi karena berbagai celah keamanan yang ada. WannaCry(pt) dan Petya/Not.Petya adalah dua dari sekian banyak malware/ransomware yang memaanfaatkan celah keamanan pada SMB v1.

Lalu apa jadinya jika sebuah perusahaan sebesar Google dengan sengaja (atau tidak sengaja?) mengeluarkan sebuah aplikasi yang justru masih menggunakan protokol SMB v1? Android Samba Client, demikian aplikasi tersebut dinamakan, ditujukan agar perangkat Android dapat berbagi file dengan sebuah PC Windows. Terdengar sangat berguna memang, tapi sayangnya, sang pembuat aplikasi justru mewajibkan PC Windows untuk tetap mengaktifkan SMB v1 agar aplikasi tersebut dapat berjalan dengan semestinya. Padahal para pakar keamanan di berbagai belahan dunia justru merekomendasikan pengguna PC Windows untuk move-on dan me-non-aktifkan SMB v1 dan menggunakan SMB v3 yang lebih aman dan handal.

Membaca hal ini, beberapa pembaca mungkin berpikiran bahwa aplikasi ini bukan berasal dari Google secara resmi, namun kenyataan justru berkata sebaliknya. Para reporter The Register menyebutkan bahwa source code aplikasi ini memang berasal dari repositori Google.

Sampai dengan tulisan ini dimuat, belum ada pernyataan resmi dari Google mengenai hal ini.

(sumber: The Register via PCPer)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s