Kecerdasan buatan akan membuat hasil foto smartphone mendekati hasil fotografer profesional

Tidak. Tidak. Sudah pasti kualitas gambar dari sebuah smartphone masih akan kalah dari hasil jepretan yang menggunakan kamera DSLR ataupun Mirrorless karena biar bagaimanapun batasan ukuran fisik lensa dan sensor pada smartphone masih akan membuatnya menangkap cahaya yang jauh lebih sedikit daripada pada sebuah kamera profesional. Namun paling tidak, dengan bantuan kecerdasan buatan, para peneliti di Google berharap bahwa dari sisi estetika (komposisi, posisi, pencahayaan, artistik, dan lain sebagainya) hasil jepretan smartphone di masa yang akan datang akan mampu mendekati hasil gambar yang dicapai oleh para fotografer profesional.

Gambar atas, hasil edit sistem kecerdasan buatan, gambar bawah hasil jepretan asli dari Google Street View

Sistem kecerdasan buatan ini akan secara otomatis mengedit setiap jepretan foto dan membuatnya terlihat lebih profesional. Dan sebagai bagian dari “latihan” yang diberikan kepada sistem kecerdasan buatan Google ini, sekelompok fotografer profesional ditugaskan untuk menilai hasil foto-foto yang sudah diedit tersebut. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan untuk sebuah sistem AI “pemula”, sekitar 40% dari foto-foto yang dihasilkan ternyata diberikan rating semi-pro dan pro, yang berarti secara estetika pun para panelis menganggap bahwa hasil jepretannya lumayan bagus.  Jika kemudian pembaca berpikir bahwa 40% itu sebuah angka yang kecil, perlu diingat bahwa sistem kecerdasan buatan dapat belajar dengan sangat cepat, sangat konsisten, tanpa lelah, jadi jangan heran jika hanya dalam 1-2 tahun kedepan angka nya dengan mudah mencapai 70-80% atau lebih.

Gambar atas: hasil edit sistem kecerdasan buatan, gambar bawah hasil jepretan asli dari Google Street View

Satu hal yang pasti, menggunakan AI untuk memproses foto-foto secara real time akan memerlukan processor/akselerator berkinerja sangat tinggi yang dapat bekerja dengan batasan penggunaan daya yang ketat. Saat ini, belum ada chip mobile yang mampu melakukan itu, akselerasi deep-learning yang ada saat ini baru tersedia untuk komputer berukuran lebih besar daripada sebuah smartphone. Namun, Nvidia, Qualcomm, Samsung, dan MediaTek sudah menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan chip seperti ini.

Kualitas jepretan sebuah kamera smartphone memang sudah meningkat drastis, namun untuk mencapai hasil foto yang enak dilihat, spesifikasi lensa dan sensor saja tidak cukup. Sang pengambil foto pun harus memiliki jiwa fotografi yang melekat. Dan dengan sistem kecerdasan yang masih diteliti Google ini, paling tidak seorang fotografer casual pun dapat menyuguhkan dengan hasil foto yang lumayan memukau, belum sampai taraf hasil seorang fotografer profesional memang, tapi sudah jauh lebih baik daripada hasil foto yang asal jepret seperti penulis 🙂

Yuk kita tunggu perkembangan lebih lanjut dari teknologi Google ini.

(sumber: Tom’s Hardware)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s