Detail teknis processor Centriq 2400 untuk Server dipresentasikan Qualcomm di simposium Hot Chips

Qualcomm? ya, Qualcomm. Perusahaan yang sama yang merajai dunia chip smartphone dan tablet kini juga serius mencoba mendobrak pasar Data Center dan Server yang sampai saat ini masih sangat didominasi oleh Intel.

Semakin berkembangnya pasar Data Center dan Server, yang dipicu oleh semakin banyaknya adopsi teknologi Cloud, membuat Qualcomm berani mencoba masuk ke dalam pasar yang begitu besar nilainya, baik itu secara finansial maupun secara strategis.

Jika Intel pada awalnya bergerak dengan fokus processor performa tinggi lalu secara perlahan mulai memperhatikan efisiensi penggunaan daya, Qualcomm, yang menggunakan basis desain processor ARM, justru bergerak dengan arah sebaliknya. Processor berbasis ARM sejak dulu sampai sekarang terkenal memiliki tingkat efisiensi penggunaan daya yang sangat baik. Tidak heran jika kemudian processor berbasis ARM menjadi sangat populer dan mendominasi pasar smartphone, tablet, dan gadget lainnya. Dengan mengadopsi (melalui lisensi) processor yang didisain oleh ARM lalu kemudian dimodifikasi in-house, Qualcomm berhasil membuahkan produk processor multi-core (48 core, tepatnya) yang memiliki tingkat penggunaan daya listrik yang irit, namun juga memiliki performa yang baik untuk digunakan pada server-server di Data Center.

Detail teknis processor Centriq 2400 yang sebetulnya sudah diperkenalkan Qualcomm sejak awal tahun ini, akhirnya terkuak pada event Hot Chips di Kalifornia, Amerika Serikat. Pada presentasinya, Qualcomm menyebutkan bahwa processor berbasis ARMv8 10nm nya ini didisain dari awal dengan fokus pada aplikasi aplikasi kelas server yang mendukung Cloud Computing.

Centriq 2400 merupakan processor (atau system-on-a-chip tepatnya) berbasis ARM v8 64-bit yang memiliki 48 buah core yang disebut dengan core Falkor. Berbagai macam fitur keamanan data seperti Hypervisor Privilege Level (EL2) dan TrustZone (EL3) disematkan pada processor server ini, ditambah lagi dengan fitur akselerasi algoritma enkripsi seperti AES, SHA1, dan SHA2-256. Ke-48 core processor tersebut dibagi ke dalam 24 cluster yang saling terhubung dengan topologi cincin yang memiliki kapasitas bandwidth paling tidak 250 GB/s. Desain cache nya juga menarik, karena pada saat processor lain memiliki cache L1, L2, dan L3. Centriq 2400 justru memiliki level cache lebih banyak, mulai L0, L1, L2, dan L3.

Berbeda dengan desain processor berbasis x86 seperti yang dianut Intel dan AMD, Centriq 2400 tidak mendukung hyperthreading, sehingga jumlah 48 core yang disebut adalah benar benar core hardware, bukan sekedar 24 core hardware + 24 hyperthreading. Dan karena memang sejak awal didisain dengan mengedepankan efisiensi, maka tidak heran jika setiap core pada Centriq 2400 ini dapat dihidupkan dan dimatikan secara independen bergantung kepada beban kerja.

Sebanyak 32 jalur PCIe 3, 6 channel DDR4 ECC, SATA, USB, Serial, serta berbagai macam interface I/O lainnya juga disediakan oleh Qualcomm pada Centriq 2400 ini.

Bagaimana kiprah Centriq 2400 ini dibandingkan dengan para pesaing besarnya Intel Xeon dan AMD EPYC? kita kembali lagi untuk membahasnya jika sudah ada hasil benchmark yang dilakukan oleh para reviewer produk.

(sumber: The Register UK)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s