Apple-I, dibuang sayang?

Komputer Apple-I merupakan komputer pertama yang dibuat Apple melalui tangan dingin Steve Wozniak dan dipasarkan oleh Steve Jobs merupakan sebuah breakthrough pada jamannya (tahun 1976). Apple-I dilengkapi dengan processor MOS 6502 dengan kecepatan 1 MHz (ya, MHz, bukan GHz), memori RAM standar 4 KB yang dapat dikembangkan menjadi 48 KB. Untuk ukuran saat ini, spesifikasinya terlihat menyedihkan memang, bahkan jika dibandingkan dengan sebuah smartphone kelas low-end sekalipun. Namun nilai sejarah  Apple-I dapat dibilang jauh dari kata menyedihkan.

Apple I - Charitybuzz

Apple I (sumber foto: Charitybuzz)

Pada sebuah acara lelang hari Kamis yang lalu di Amerika Serikat, sebuah komputer Apple-I terjual dengan harga US$ 815 ribu atau sekitar  10,6 miliar rupiah. Sebuah harga jual yang sangat fenomenal walaupun belum berhasil memecahkan rekor harga jual Apple-I pada tahun 2014 yang mencapai harga US$ 900 ribu atau sekitar 11,7 miliar rupiah.

Pihak pelaksana pelelangan menyebutkan bahwa sepuluh persen dari hasil lelang ini akan diserahkan kepada Leukemia and Lymphoma Society.

Video menarik dari Charitybuzz mengenai sejarah Apple-I dapat dilihat di bawah ini:

(sumber: Charitybuzz via cnet.com)

Bocoran hasil benchmark iPhone 6SE (iPhone 7?) beredar di Internet

Apple masih diam membisu mengenai penamaan smartphone yang akan diluncurkannya September nanti, beberapa sumber menyebut namanya sebagai iPhone 7, sedangkan sumber lain menyebutkan iPhone 6SE. Beberapa situs berspekulasi bahwa Apple akan menamakan produk barunya tersebut dengan nama iPhone 6SE (dan 6SE Plus) karena produknya masih mengusung konsep desain yang sama dengan iPhone 6S dan karena tidak memiliki fitur baru yang signifikan. Walaupun penulis cenderung sependapat dengan hal itu, namun juga penulis merasa bahwa dengan menamakannya sebagai iPhone 6SE maka hal itu berpotensi membuatnya seolah-olah inferior dibandingkan pesaing utamanya Samsung Galaxy S7 (Edge) dan Note 7.

Bagi sebagian orang, masalah penamaan produk  memang terkesan remeh, apa pentingnya memikirkan nama iPhone 6SE atau iPhone 7? namun bagi sebagian besar konsumen awam (dan telah disadari juga oleh produsen) memberi nama yang tepat pada sebuah produk itu ternyata sangat penting. Lihat saja Samsung yang memutuskan untuk menamakan Galaxy Note terbarunya sebagai Galaxy Note 7 dan bukannya Galaxy Note 6 seperti seharusnya. Lihat juga Microsoft yang memutuskan nama Windows terbarunya sebagai Windows 10 dan bukannya Windows 9. Nah lalu bagaimana dengan Apple? masih menjadi tanda-tanya. Sebagian besar konsumen Apple memang tidak dapat disamakan dengan konsumen pada umumnya, loyalitas mereka pada produk Apple memang exceptional. Bisa jadi, bagi para loyalist Apple, nama tidak akan menjadi masalah berarti. Namun jika Apple berniat meningkatkan customer base nya, maka mereka harus sangat berhati-hati dalam memilih nama.

Hasil benchmark iPhone 6SE? - inews.qq.com

Hasil benchmark iPhone 6SE? – inews.qq.com

Di luar kontroversi penamaan produk smartphone Apple terbaru nanti, sebuah situs Internet asal China membocorkan hasil benchmark sebuah smartphone Apple yang tercatat dengan nama iPhone 6SE. Pada benchmark tersebut iPhone 6SE terlihat menggunakan sistem operasi iOS 10 dan menghasilkan skor benchmark yang cukup tinggi, jelas mengalahkan skor iPhone 6S. Skor yang didapat oleh iPhone 6SE adalah 5210 untuk test multi-core dan 3042 untuk test single-core, bandingkan dengan angka 4427 dan 2542 pada iPhone 6S. Apakah ini berarti Apple akan menggunakan processor baru A10 pada produk barunya tersebut? Yuk kita tunggu saja kedatangan bulan September yang tidak begitu lama lagi.

(sumber: inews.qq.com via gsmarena.com)

 

Aplikasi populer Prisma untuk iOS kini dapat bekerja secara offline, versi Android menyusul

Prisma 2Prisma, sebuah aplikasi yang sedang ‘happening’ saat ini, baru saja di-update versi iOS nya. Dengan update terbaru, Prisma tidak lagi memerlukan koneksi Internet untuk mengubah foto-foto yang kita miliki menjadi lebih artsy, lebih berseni. Keputusan untuk menjadi Prisma dapat bekerja secara offline membuat proses transformasi foto dapat berlangsung dengan relatif lebih cepat daripada pada Prisma versi sebelumnya yang masih mengandalkan kecepatan koneksi Internet. Dari 32 efek filter yang dimiliki Prisma, baru 16 filter yang dapat dijalankan secara offline, namun Prisma Labs Inc., menyebutkan bahwa jumlah filter offline nya akan secara rutin ditambahkan pada versi versi selanjutnya.

Sayangnya, baru pada pengguna produk Apple (iOS) yang dapat menikmati Prisma versi terbaru ini, untuk pengguna Android masih harus bersabar dalam 1-2 minggu kedepan.

Untuk bersaing dengan Artisto yang mampu mengaplikasikan efek-efek seperti Prisma pada video, pembuat aplikasi Prisma juga menyebutkan bahwa mereka sedang mempersiapkan fitur pemroses video untuk Prisma yang akan datang.

Pembaca yang menggunakan Apple iOS dapat segera mengupdate Prisma nya disini: https://itunes.apple.com/us/app/prisma-art-photo-editor-free/id1122649984?mt=8

(sumber: prisma-ai.com dan phonearena.com)

Alternatif Samsung Galaxy S7 Edge dan Note 7 dengan harga lebih ramah

Penulis rasa hampir semua pembaca setuju bahwa saat ini Samsung Galaxy S7 Edge dan Note 7 menjadi idola para konsumen smartphone. Tampilan yang mewah nan kokoh, spesifikasi yang canggih, serta kinerja yang memuaskan menjadikan kedua smartphone ini sangat laris di pasaran.

Namun ada satu hal yang mengganjal beberapa calon pembeli kedua smartphone ini, harganya. Harga keduanya tidak bisa dibilang murah, bersaing dengan smartphone keluaran Apple yang juga terkenal tidak memiliki harga yang terjangkau. Tapi pembaca jangan putus asa, karena bagi calon peminang smartphone yang menginginkan tampilan secantik Galaxy S7 Edge ataupun Note 7, spesifikasi yang setara, namun dengan harga yang masuk akal, sebentar lagi akan dibuat tersenyum dengan akan hadirnya dua smartphone dari Xiaomi dan Meizu.

Meizu Pro 7 merupakan smartphone unggulan dari Meizu yang mengusung desain yang sangat mirip dengan Samsung Galaxy S7, bahkan spesifikasinya pun sangat mirip. Lihat saja chipsetnya yang menggunakan Exynos 8890 yang merupakan chipset produksi Samsung, lihat juga jumlah memori RAM nya yang mencapai 4GB LPDDR4, lihar layar lengkung nya, dan lihat juga spesifikasi kameranya yang mengusung kamera utama ber-resolusi 12 MP dan kamera depan 5 MP. Sangat mirip dengan Samsung Galaxy S7 Edge bukan?

Foto bocoran Meizo Pro 7 - phonearena.com

Meizu Pro 7 – phonearena.com

Meizu rencananya akan diluncurkan sekitar 13 Septermber nanti dan  belum ada kepastian mengenai harga jualnya. Tapi jika menilik kebiasaan Meizu, maka harga Meizu Pro 7 ini diperkirakan akan jauh lebih murah daripada apa yang diminta Samsung untuk Galaxy S7 Edge nya.

Nah sedangkan untuk pembaca yang menanti-nanti alternatif Galaxy Note 7 dengan harga yang lebih miring, tenang saja, Xiaomi kabarnya  akan meluncurkan Xiaomi Mi Note 2 yang memiliki spesifikasi yang menurut rumor justru lebih canggih.

Mi Note 2 merupakan phablet dengan layar ber-resolusi QHD yang memiliki chipset Snapdragon 821, memori RAM sampai dengan 6 GB (pada model termahal), dan memori penyimpanan sampai dengan 128 GB. Asyik nya, selain spesifikasi renyah diatas, Mi Note 2 juga disebut-sebut memiliki konfigurasi dual-camera yang menjanjikan hasil foto yang lebih superior daripada kamera dengan sistem lensa tunggal. Dan untuk menyokong semua spesifikasi canggih ini, Mi Note 2 akan dilengkapi dengan baterai berukuran besar 4000 mAh.

Bocoran foto Xiaomi Mi Note 2 - phonearena.com

Xiaomi Mi Note 2 – phonearena.com

Harganya? sudah pasti lebih terjangkau. Situs Phonandroid memperkirakan bahwa Mi Note 2 akan ditawarkan dengan kisaran harga US$ 420 untuk model tertinggi dan sekitar US$ 375 untuk model dengan spesifikasi lebih rendah. Namun, bagi pembaca yang sudah sangat bernafsu untuk memiliki Mi Note 2, sepertinya masih harus bersabar menunggu, karena pihak Xiaomi sendiri belum memberikan informasi resmi mengenai kehadiran phablet ini, walaupun beberapa sumber menyebutkan bahwa Mi Note 2 akan diperkenalkan pada awal bulan September nanti. Semoga saja rumor mengenai Mi Note 2 ini segera menjadi kenyataan.

(sumber: Meizu Pro 7 – phonearena.com dan Mi Note 2 – phonearena.com)

Android 7.0 Nougat sudah tersedia… untuk smartphone Nexus…

Logo Android Nougat

Bagi pembaca yang menggunakan jajaran smartphone Nexus, hari ini mungkin menjadi hari yang lebih cerah dari biasanya karena Android 7.0 Nougat sudah mulai tersedia hanya untuk pengguna smartphone Nexus.

Android 7.0 Nougat dinyatakan kompatibel dengan beberapa smartphone Nexus seperti  Huawei Nexus 6P, LG Nexus 5X, Motorola Nexus 6, HTC Nexus 9, Asus Nexus Player, Google Pixel C, dan General Mobile 4G.

Android 7 Nougat memiliki fitur-fitur baru seperti tampilan multi-window untuk menjalankan dua aplikasi secara bersebelahan, fitur Quick Switch untuk berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya dengan cepat, API Grafis baru yang dinamakan Vulkan API yang menjanjikan performa dan kualitas gambar yang lebih baik, mode Virtual Reality untuk mendukung aplikasi-aplikasi yang didisain khusus, daya tahan baterai smartphone akan menjadi lebih lama dengan manajemen baterai yang lebih efisien, notifikasi yang lebih personal dan lebih pintar, icon emoji yang kini berjumlah 1500, serta fitur keamanan yang lebih canggih yang membuat Android 7.0 lebih sulit untuk terinfeksi malware.

Untuk informasi mengenai Android 7.0 Nougat ini, klik tautan ke halaman Google ini.

(sumber: android.com via gsmarena.com)

Siap-siap menyambut PCI-Express 4.0 tahun 2017 nanti

Update 25 Agustus 2016: informasi yang sebelumnya didapatkan dari PCI-SIG mengenai daya listrik maksimum (300-500W) yang dapat dialirkan hanya melalui slot PCIe 4.0 dinyatakan kurang tepat. PCI-SIG mengkoreksi pernyataannya dengan menyebutkan bahwa angka tersebut didapatkan dari berasal dari gabungan slot PCIe 4.0 dan konektor eksternal seperti halnya pada standard PCIe 3.0 saat ini.

Pada event IDF baru-baru ini, Richard Solomon, wakil presiden PCI-SIG, mengatakan bahwa PCI-SIG  sedang menggodok spesifikasi final  PCI Express 4.0 (atau disingkat PCIe 4.0) yang merupakan generasi penerus dari standar PCI Express 3.0 yang menjadi standar slot ekspansi pada PC dan Notebook saat ini.

PCI Express Roadmap

Selain memiliki kapasitas bandwidth yang dua kali lebih besar daripada PCIe 3.0, PCIe 4.0 ini juga nantinya akan mampu menghantarkan daya listrik antara 300W sampai dengan batas 500W. Dengan spesifikasi daya sebesar ini, maka kartu grafis eksternal yang terpasang tidak lagi memerlukan konektor daya terpisah. Bandingkan dengan spesifikasi PCIe 3.0 yang hanya mampu menghantarkan daya sebesar 75W saja.

Sementara itu dari sisi bandwidth data, PCIe 4.0 akan memiliki kapasitas 1,969 GB/s per jalur data (x1) searah, dua kali lipat dari apa yang dicapai PCIe 3.0 pada kecepatan 984,6 MB/s. Tabel perbandingan bandwidth mulai dari PCIe 1.0 sampai dengan 4.0 dapat dilihat di bawah ini:

PCIe Version Line Code Transfer Rate x1 Bandwidth x4 x8 x16
1.0 8b/10b 2.5 GT/s 250 MB/s 1 GB/s 2 GB/s 4 GB/s
2.0 8b/10b 5 GT/s 500 MB/s 2 GB/s 4 GB/s 8 GB/s
3.0 128b/130b 8 GT/s 984.6 MB/s 3.938 GB/s 7.877 GB/s 15.754 GB/s
4.0 128b/130b 16 GT/s 1.969 GB/s 7.877 GB/s 15.754 GB/s 31.508 GB/s

Tabel perbandingan bandwidth PCIe – sumber: tomshardware.com

Tidak hanya digunakan untuk kartu grafis, PCIe juga mulai populer digunakan sebagai interface standar untuk media penyimpanan berkecepatan tinggi seperti SSD. SSD NVMe berbasis PCIe 3.0 x4 akhir akhir ini semakin marak diimplementasikan pada motherboard PC dan Notebook, kecepatannya pun sangat mencengangkan. Beberapa drive SSD mampu mencapai kecepatan baca tulis yang sangat mendekati kecepatan maksimal PCIe 3.0 x4 dengan angka sekitar 3.100 MB/s. Bayangkan bagaimana kecepatan SSD nantinya dengan standar PCIe 4.0 x4.

(sumber: tomshardware.com)

Intel mulai memproduksi masal tranceiver silicon photonics berkecepatan 100Gbps

Sampai dengan saat ini, proses transfer data antara perangkat jaringan, antara server, ataupun antara komponen di dalam sebuah PC, sebagian besar masih menggunakan media tembaga. Walaupun kemajuan teknologi mampu membuat racikan kimiawi tembaga yang semakin konduktif, tembaga tetaplah tembaga, ia memiliki keterbatasan dalam hal mengirimkan data dengan jumlah besar dan kecepatan tinggi.

Sejak 16 tahun yang lalu, Intel sudah melihat hal ini, oleh karena itu Intel kemudian melakukan penelitian ekstensif mengenai teknologi media pengiriman data baru berbasis sinar laser yang suatu saat nanti diharapkan akan menggantikan tembaga. Mengapa sinar laser? Sinar laser dipilih karena terbukti memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada elektron dan laser juga memungkinkan beberapa “jalur” cahaya ditransmisikan bersamaan dengan jarak yang sangat dekat sehingga hal ini meningkatkan tingkat kepadatan bandwidth yang Intel sebut sebut 100x lebih padat daripada menggunakan media kabel tembaga.

Dalam proses transmisinya, elektron juga akan menimbulkan panas dan memerlukan lebih banyak daya listrik, hal ini tentunya akan sangat merugikan pada desain sirkuit elektronik yang kompleks seperti pada sebuah processor.

Penggunaan teknologi silicon photonics pada processor dalam sebuah PC ataupun Notebook memang belum diimplementasikan oleh Intel saat ini. Intel masih memfokuskan pengembangan silicon photonics ini pada area-area aplikasi yang tidak terlalu sensitif terhadap biaya produksi, seperti contohnya pada modul komunikasi pada perangkat jaringan. Kedepannya, dengan semakin matangnya teknologi silicon photonics ini, maka biaya produksi pun diharapkan akan semakin terjangkau, sehingga implementasi teknologi ini sebagai media komunikasi antar chip di dalam sebuah server atau bahkan di dalam processor itu sendiri pun akan semakin dimungkinkan.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa implementasi silicon photonics pada level processor diperkirakan akan terjadi dalam 5 tahun kedepan, dan hal ini akan membuka kunci peningkatan performa komputasi yang signifikan.

Tranceiver Silicon Photonics - intel.com

Tranceiver Silicon Photonics – intel.com

Namun untuk saat ini, silicon photonics baru dimanfaatkan Intel untuk membuat modul tranceiver untuk switch jaringan berkecepatan 100Gbps yang dapat dikembangkan sampai dengan 400Gbps. Modul tranceiver ini menggunakan fiber optic single mode agar dapat mencapai jarak transmisi maksimal 2 KM.

(sumber: intel.com via tomshardware.com)